Memantik Materi Ajar IPS Kelas III Sekolah Dasar

Oleh: Siti Atiroh, S.Pd.SD.
Guru SDN 2 Kincang, Kec. Rakit, Kab. Banjarnegara

AGAR seorang guru mampu mengembangkan sebuah proses pembelajaran pendidikan ilmu pengetahuan sosial (IPS) dengan baik, maka perlu dibekali dengan pemahaman tentang karakteristik pendidikan IPS. Karakteristik pendidikan IPS yang dimaksud meliputi pengertian dan tujuan pendidikan IPS, landasan filosofis kurikulum pendidikan IPS, pengorganisasian materi disiplin-disiplin ilmu sosial yang dikembangkan dalam pendidikan IPS, serta sejumlah kompetensi yang diharapkan muncul pada siswa setelah mengikuti proses pembelajaran pendidikan IPS. Pemahaman tentang karakteristik pendidikan IPS ini akan sangat penting bagi guru agar ia mampu menerjemahkan aplikasi proses pembelajaran pendidikan IPS pada tingkat sekolah dasar (SD) yang disesuaikan dengan karakteristik dasar pendidikan IPS SD.

Selamat Idulfitri 2024

Fokus kajian Pendidikan IPS adalah kehidupan manusia dengan sejumlah aktivitas sosialnya. Materi pendidikan IPS berasal dari disiplin ilmu-ilmu sosial yang kemudian diorganisasi dan disederhanakan untuk kepentingan pendidikan. Dengan demikian, pengembangan pendidikan IPS pada setiap jenjang pendidikan memiliki karakteristik tersendiri yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan usia siswa.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebagai mata pelajaran di tingkat sekolah dasar pada hakikatnya merupakan suatu integrasi utuh dari disiplin ilmu-ilmu sosial dan disiplin ilmu lain yang relevan untuk tujuan pendidikan. Artinya, berbagai tradisi dalam ilmu sosial termasuk konsep, struktur, cara kerja ilmuwan sosial, aspek metode maupun aspek nilai yang dikembangkan dalam ilmu-ilmu sosial, dikemas secara psikologis, pedagogis, dan sosial-budaya untuk kepentingan pendidikan.

Pendidikan IPS yang dikembangkan di tingkat persekolahan memiliki tujuan untuk membina peserta didik menjadi anggota masyarakat yang dikehendaki bangsa dan masyarakatnya. Tujuan ini menurut Hasan (1996) dinamakan dengan tujuan kepribadian umum. Tujuan kepribadian umum ini harus jelas terumus dan menjadi salah satu patokan dalam mengembangkan tujuan pengajaran dan pemilihan materi pelajaran. Dalam hal pemilihan materi maka pendidikan IPS di jenjang persekolahan melakukan pemilihan yang sangat berorientasi kepada kepentingan pendidikan, bukan pada keilmuan semata.

Materi adalah apa yang dipelajari oleh siswa berdasarkan tujuan yang akan dicapai. Pendidikan IPS merupakan sintetis antara disiplin ilmu pendidikan dengan disiplin ilmu-ilmu sosial maka materi yang dipelajari siswa adalah materi yang berkaitan dengan pencapaian tujuan pendidikan. Oleh karena itu materi yang dikembangkan dalam pendidikan IPS tidak dapat melepaskan diri dari materi yang dikembangkan dari luar disiplin ilmu sosial yaitu materi-materi yang digunakan untuk mengembangkan sikap dalam proses belajar.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Manusia sebagai salah satu makhluk ciptaan Tuhan YME yang menjadi penghuni di permukaan planet bumi ini, yang senantiasa berhadapan atau berhubungan dengan dimensi-dimensi ruang, waktu dan berbagai bentuk kebutuhan serta berbagai bentuk peristiwa baik dalam sekala individual maupun dalam skala kelompok (satuan sosial). Berkenaan dengan sebagian dari hakikat dari makhluk manusia tadi, dan kemudian dihadapkan pada beberapa disiplin ilmu sosial, maka tentu saja terdapat relasi, relevansi, dan fungsi yang cukup signifikan.

Rasionalisasi mempelajari IPS untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah agar siswa dapat: 1) Menyistematisasikan bahan, informasi, dan atau kemampuan yang telah dimiliki tentang manusia dan lingkungannya menjadi lebih bermakna; 2) Lebih peka dan tanggap terhadap berbagai masalah sosial secara rasional dan bertanggung jawab; 3) Mempertinggi rasa toleransi dan persaudaraan di lingkungan sendiri dan antar manusia.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Materi IPS yang dapat dipelajari dan menjadi bahan pembelajaran, tidak hanya kehidupan nyata sesaat di masyarakat, melainkan juga meliputi cerita-cerita, novel, kisah-kiah tokoh terkenal dan lain-lainnya yang dapat kita baca, serta dapat juga dibaca oleh peserta didik. Oleh karena itu, bahan bacaan seperti buku, surat kabar, majalah, dan makalah juga menjadi sumber materi IPS dan sumber pembelajaran IPS. Dari bahan bacaan tadi, dapat diperoleh berbagai pengetahuan sosial dan juga nilai-nilai yang bermakna dalam kehidupan ini. Dengan demikian, bahan bacaan itu, merupakan sumber materi IPS dan sumber pembelajaran IPS yang berharga serta bernilai dalam membina kepribadian peserta didik. (*)