Pembelajaran Matematika melalui Komik Strip

Oleh: Nanik Suwarni, S.Pd.SD.
Guru SDN Sedo 2, Kec. Demak, Kab. Demak

BERBAGAI upaya dilakukan dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas demi mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Salah satunya dengan memanfaatkan sarana dan prasarana pendidikan yang dapat mendukung perkuliahan. Kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong berbagai upaya untuk memanfaatkan hasil-hasil teknologi. Dengan hasil teknologi, dapat mendorong pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih mudah dan berkualitas.

Selamat Idulfitri 2024

Pembelajaran kelas III sekolah dasar (SD) belum sepenuhnya menggunakan media, hal ini tampak pada saat pembelajaran peserta didik menunjukkan sikap yang kurang antusias dan kurang berpusatnya perhatian terhadap guru. Menurut Gagne dan Briggs (1975) dalam Arsyad (2017:4), media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran, yang terdiri dari antara lain buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder, film, slide (gambar bingkai), foto, gambar, grafik, televisi, dan computer.

Media belajar merupakan suatu alat peraga untuk memudahkan guru dalam menerangkan pembelajaran kepada peserta didik. Dalam pembelajaran matematika, guru dapat menggunakan media pembelajaran untuk membuat peserta didik memperhatikan guru dan pembelajaran, serta dapat menambah pengetahuan dan kreativitas dalam penggunaan media tersebut. Salah satunya pengembangan media komik strip pada pembelajaran matematika kelas III sekolah dasar. Diharapkan media ini mampu menjadi inspirasi dan inovasi terbaru untuk mengembangkan media pembelajaran untuk kelangsungan pembelajaran di kelas yang aktif dan kreatif.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Kelebihan komik sebagai media pembelajaran, yakni mengandung unsur visual dan cerita yang kuat. Ekspresi yang divisualisasikan membuat pembaca terlibat secara emosional, sehingga membuat pembaca untuk terus membacanya hingga selesai. komik adalah urutan gambar-gambar yang ditata sesuai tujuan dan filosofi pembuatannya, sehingga pesan cerita tersampaikan. Komik cenderung diberi lettering yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan. Untuk membuat komik secara garis besar terbagi menjadi 3 teknik, yaitu teknik tradisional, teknik hybrid, teknik digital.

Kurang antusiasnya peserta didik terhadap mata pelajaran matematika, dikarenakan kurangnya penggunaan media yang interaktif yang digunakan guru. Oleh karena itu, diperlukan inovasi, antara lain membuat media pembelajaran yang menarik dan dapat meningkatkan antusias peserta didik pada mata pelajaran matematika, serta dapat membuat peserta didik lebih aktif dan fokus pada penjelasan guru. Komik yang bisa dikatakan sebagai media pembelajaran apabila isi cerita komiknya memenuhi unsur-unsur pembelajaran, sehingga tidak hanya memiliki aspek menghibur. Komik pembelajaran juga harus bisa memenuhi tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran dari setiap materi yang diceritakan dalam isinya, yaitu memuat materi pembelajaran sesuai dari pokok bahasan materi yang akan disampaikan.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Komik sebagai media pembelajaran yang edukatif mempunyai sifat yang sederhana, jelas, mudah dan bersifat personal. Komik merupakan suatu kartun yang mengungkapkan sebuah karakter dan memerankan cerita dalam urutan yang erat, dihubungkan dengan gambar dan dirancang untuk memberikan hiburan kepada para pembaca. Peranan pokok komik dalam instruksional adalah kemampuannya dalam menciptakan minat peserta didik.

Berdasarkan beberapa definisi tentang komik sebagai media pembelajaran, dapat disimpulkan bahwa komik strip merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan dalam memahami suatu materi pelajaran. Sehingga komik juga tidak hanya dapat meningkatkan minat baca peserta didik, tapi juga dapat memotivasi peserta didik terhadap materi pembelajaran yang diajarkan, dengan harapan akan memberikan dampak yang positif terhadap hasil belajar. Dengan belajar sambil membaca komik, peserta didik tidak merasa bosan untuk mengikuti pembelajaran dari guru. Media pembelajaran komik strip merupakan media pembelajaran komik dengan alur yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan, gambar yang menarik serta menggunakan bahasa yang mudah dipahami peserta didik. (*)