Hakikat Fisika, Sikap Ilmiah dan Literasi dalam Pembelajaran Fisika

Oleh: Dian Kusumawati, S.Pd., M.Pd., M.Si
Guru Fisika SMAN 1 Jakenan, Kabupaten Pati

Sains pada hakikatnya merupakan sebuah produk atau kumpulan pengetahuan (a body knowledge), sikap atau cara berpikir (a way of thinking), dan proses atau cara untuk menyelidiki (a way of investigating). Fisika merupakan salah satu cabang dari sains, sehingga hakikat Fisika adalah Fisika sebagai produk, sikap, dan proses.

Selamat Idulfitri 2024

Dalam Fisika, yang dimaksud dengan produk adalah kumpulan pengetahuan yang dapat berupa fakta, konsep, prinsip, hukum, rumus, teori dan model. Semua jenis produk tersebut dihasilkan setelah mempelajari gejala alam yang melibatkan materi, energi, dan interaksinya melalui serangkaian proses. Proses tersebut meliputi langkah-langkah metode ilmiah.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Metode ilmiah adalah langkah-langkah kerja rutin dari peneliti karena keingintahuan mereka untuk mempelajari keteraturan dan hubungan fenomena-fenomena alam, memikirkan berbagai hal secara tepat melalui penelitian dengan analisis data. Setiap langkah dalam metode ilmiah membutuhkan sikap ilmiah yang baik karena peserta didik secara natural merupakan seorang pengamat, penjelajah, dan penanya yang memiliki rasa ingin tahu atau minat terhadap berbagai hal.

Salah satu cara untuk meningkatkan sikap ilmiah peserta didik dalam pembelajaran Fisika adalah dengan penumbuhan budaya literasi, terutama literasi sains, numerasi, dan digital. Literasi sains adalah sebuah kecakapan memahami fenomena di sekitar (alam dan sosial) dan kecakapan untuk mengambil keputusan yang tepat secara ilmiah.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Sikap ilmiah peserta didik meningkat dengan literasi sains, karena literasi sains membuat peserta didik mampu berpikir dengan kritis, menyelesaikan masalah dengan kreatif, bekerja sama dengan orang lain, dan berkomunikasi dengan lebih baik. Sedangkan literasi numerasi mencakup kecakapan untuk menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, dll) dan menggunakan interpretasi hasil analisis tersebut untuk membuat prediksi dalam mengambil keputusan.

Literasi numerasi meningkatkan sikap ilmiah peserta didik dalam berpikir rasional, sistematis, dan kritis dalam menyelesaikan masalah dan pengambilan keputusan yang benar dengan lebih baik. Literasi digital adalah kecakapan menggunakan media digital dengan beretika dan bertanggung jawab untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Literasi digital dapat meningkatkan sikap ilmiah peserta didik karena membuat peserta didik mampu berpikir kritis, kreatif, inovatif dalam memecahkan masalah, berkomunikasi dengan lebih lancar dan berkolaborasi dengan lebih banyak orang. Peningkatan sikap ilmiah peserta didik pada akhirnya akan meningkatkan prestasi belajar peserta didik, terutama dalam mata pelajaran Fisika. (*)