Keragaman Karakter yang Mempengaruhi Pencapaian Hasil Belajar Siswa

Oleh: Dian Agustinawati, S.Pd.SD
Guru SDN Kebandungan, Kec. Bodeh, Kab. Pemalang

ANAK adalah generasi penerus yang perlu mendapatkan pendidikan, baik secara formal maupun nonformal. Adapun dasar utama yang menjadi fondasi awal dari pembentukan karakter anak dimulai dari keluarga, selanjutnya ditunjang pendidikan di lingkungan, dan sektor formal yaitu di sekolah. Keluarga merupakan pendidikan terkecil, terdekat, sekaligus contoh terhadap anak-anaknya yang juga berperan besar dalam tumbuh kembang anak, terutama dalam pendidikan. Tidak dipungkiri lagi bahwa keluarga berperan dalam pendidikan anak yang jauh lebih lama dari ruang kelas formal, seperti TK, SD, SMP,SMA maupun Perguruan Tinggi.

Selamat Idulfitri 2024

Menurut Yusti Prabowati, dkk (2011: 72), peran keluarga lebih besar dalam membentuk dan membangun karakter anak bangsa ini, terutama pada awal kehidupan sebelum mengenal dunia dalam arti luas. Akan tetapi di era globalisasi ini, keluarga yang diharapkan mengemban tugas penting dalam membentuk dan membangun karakter anak menghadapi tantangan. Karena keluarga merupakan tempat belajar dan proses belajar pertama dalam membangun karakter anak.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Guru merupakan sumber daya manusia yang potensial bagi pengembangan kreativitas siswa dalam berbagai aspek. Seorang guru mempunyai kewajiban membentuk siswa mencapai kewaspadaannya masing-masing. Hal ini merupakan salah satu ciri keberhasilan tujuan pendidik. Di sinilah tantangan kita bagi seorang guru, karena guru tidak hanya bisa mentransfer ilmu atau materi pelajaran saja kepada anak didiknya, tetapi guru harus mampu membentuk karakter anak.

Setiap anak terlahir unik. Saat berada di dalam kelas, seorang guru harus menyadari bahwa setiap anak memiliki banyak perbedaan, meskipun dari kelompok usia yang sama. Baik dari segi penampilan, minat, tingkat kecerdasan, sikap hingga temperamen mereka. Perbedaan ini adalah sesuatu yang alami dan wajar. Sebagai seorang tenaga pendidik, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan antara lain memilih metode pembelajaran yang tepat, memperlakukan peserta didik secara adil, memberikan motivasi yang tepat dan berinteraksi secara tepat. Dalam satu kelas setiap siswa berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda-beda, di sinilah kita sebagai guru harus bisa memahami setiap karakter anak dan cara belajar anak yang berbeda.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Menurut Sanjaya (2010: 13), hasil belajar berkaitan dengan pencapaian dalam memperoleh kemampuan sesuai dengan tujuan khusus yang direncanakan. Hasil belajar dikatakan bermanfaat apabila hasil belajar tersebut dapat membentuk perilaku siswa, dapat digunakan sebagai alat untuk memperoleh informasi dan pengetahuan lainnya, ada kemauan dan kemampuan untuk belajar sendiri dan dapat digunakan untuk mengembangkan kreativitas siswa. Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajaran setelah mengalami aktivitas belajar. Sebagai contoh dalam satu kelas ada seorang anak yang pandai dalam pelajaran matematika tetapi dia tidak pandai dalam bidang seni begitu sebaliknya, ada juga anak yang pandai dalam bidang seni tetapi dia tidak pandai dalam bidang olah raga dan sebagainya.

Kemampuan belajar siswa sangat menentukan keberhasilan dalam proses belajar. Pada proses belajar mengajar, ada 3 hal yang perlu menjadi perhatian, yaitu konsep diri, kemampuan kecerdasan emosional, dan pengembangan karakter. Djaali (2011) mengemukakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi belajar adalah konsep diri. Sementara, Slameto (2010) mengemukakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya tetapi dapat digolongkan menjadi dua golongan saja, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor ekstern yang berpengaruh terhadap belajar salah satunya adalah faktor keluarga. Adapun faktor internal yang mempengaruhi karakteristik efektif siswa salah satunya adalah kecemasan.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Dalam proses belajar, siswa merupakan individu yang unik, sehingga terdapat beberapa sifat anak yang bermacam-macam seperti ada anak yang kreatif, cepat dalam menangkap pelajaran, lambat dalam belajar, berprestasi kurang, dan sebagainya. Karena setiap siswa mempunyai latar belakang dari keluarga yang berbeda, oleh karena itu kita sebagai guru harus mengetahui karakteristik siswa sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar. Seorang guru diharapkan bukan hanya saja mengajar memberikan materi pelajaran kepada anak didiknya, melainkan harus bisa membentuk karakter anak sehingga menjadi anak yang berakhlakul karimah. (*)