Menerapkan Kreativitas dalam Konsep FPB

Oleh: Murini, S.Pd.
Guru SD Negeri 05 Loning, Kec. Petarukan, Kab. Pemalang

PENERAPAN bermain bilangan dalam pembelajaran matematika adalah suatu pembelajaran yang harus dikondisikan dengan kreativitas siswa, agar mampu mengelola kelas dan menjadikan situasi yang menyenangkan serta mengasyikan. Sehingga siswa akan cenderung ada kemauan untuk mengikuti pembelajaran dengan baik.

Selamat Idulfitri 2024

Kurikulum merdeka dalam penerapannya membuat siswa mandiri dan mampu berkreativitas, tanpa harus terbebani pada suatu mata pelajaran. Pada pelajaran matematika, biasanya siswa cenderung malas dan selalu mengatakan sulit, selalu cepat menyerah karena dianggap membosankan, serta tegang dalam pembelajaran. Akan tetapi, jika konsep penerapan pembelajaran dilakukan dengan menarik, maka akan dapat menumbuhkan rasa kangen dan rasa ingin tahu pada diri siswa dalam pembelajaran matematika, terutama pada konsep pembelajaran faktor persekutuan besar (FPB). Dalam pembelajaran FPB, seorang guru harus bisa menerapkan kreativitas untuk siswa agar situasi dan kondisi kelas bisa kondusif dan menyenangkan.

Menurut Gagne (dalam Kosasih, 2007: 10), media pembelajaran setiap bilangan dalam matematika memiliki faktor pembentuknya tersendiri. FPB adalah faktor yang sama dari dua atau lebih bilangan yang memiliki nilai terbesar. Pada bilangan 6 dan 12 memiliki faktor yang sama (faktor persekutuan), yaitu 1, 2, 3, dan 6. Faktor persekutuan yang nilainya paling besar adalah 6. Maka, FPB dari 6 dan 12 adalah 6.

Salah satu penerapan konsep FPB dalam pembelajaran adalah dengan mengaitkan alat peraga, yaitu berupa kreativitas dari susunan balok bilangan yang terbuat dari bekas korek api yang dirangkai dengan menuliskan bilangan dari bilangan-bilangan, yang nantinya direkatkan di papan peraga. Balok bilangan tersebut kemudian ditandai dengan warna yang menarik untuk penentuan bilangan yang sama dan paling besar.

Pada hakikatnya, dalam pengembangan pembelajaran FPB dengan teknik penerapan ketrampilan akan meningkatkan ketrampilan berpikir kritis. Yaitu mampu mendefinisikan permasalahan, mampu memilih hipotesis yang relevan, dan mampu membuat kesimpulan. Kreativitas merupakan kemampuan untuk berpikir dengan cara yang baru dan berpikir mencari solusi terhadap suatu masalah, sebuah gagasan baru yang diperoleh dari belajar, bertanya, dan melakukan pencarian terhadap berbagai macam informasi yang dapat mendukung proses pemecahan masalah.

Kreativitas adalah suatu ketrampilan dasar yang harus dimiliki setiap siswa dalam mengembangkan suatu kemampuan mengajukan ide atau pendapat yang berbeda dari hasil pemikiran temannya. Siswa yang kreatif adalah siswa yang menumbuhkan kemampuan dirinya untuk bisa menciptakan motivasi hal yang baru. Penerapan kreativitas pada pembelajaran adalah metode karya yang harus ditumbuhkan dan dikembangkan di setiap kegiatan belajar dalam meningkatkan belajar siswa.   (*)