Window Shopping Solusi Pembelajaran Cerdas

Oleh: Devi Eka Setiyani, S.Pd.SD.
Guru SDN 03 Ampelgading, Kec. Ampelgading, Kab. Pemalang

IDEALNYA pada saat proses belajar mengajar, peserta didik diberi ruang berkreasi, kebebasan bereksperimen dan mengekspresikan pendapatnya. Oleh karena itu, guru perlu menggunakan model pembelajaran yang tepat dan memanfaatkan efisiensi waktu, sehingga motivasi belajar peserta didik lebih tinggi. Solusi masalah tersebut adalah dengan penggunaan model pembelajaran Window Shopping.

Selamat Idulfitri 2024

Menurut Rahma (2017), pembelajaran kooperatif Window Shopping adalah strategi layanan berbasis kerja kelompok dengan berbelanja keliling melihat hasil karya kelompok lain untuk menambah wawasannya. Window shopping akan mengantarkan peserta didik pada penanaman karakter kerja sama, keberanian, demokratis, rasa ingin tahu, interaksi antar teman, dan bertanggung jawab (USAID, 2015).

Peserta didik dapat berbelanja secara aktif dan dinamis dengan memajang hasil karya secara kreatif. Dua orang dari masing-masing kelompok menjaga hasil karya mereka. Anggota kelompok lain mengunjungi hasil karya kelompok lainnya dengan memberi komentar dan penilaian, sehingga setiap peserta dalam kelompok terpacu kreativitasnya. Dalam aktivitas window shopping siswa berjalan-jalan melihat-lihat hasil pekerjaan kelompok lain yang ditempel di dinding atau jendela kelas mereka. Siswa yang berkunjung tidak hanya melihat-lihat hasil pekerjaan kelompok lain, tetapi juga mencatat hasil pekerjaan tersebut untuk saling berbagi dengan anggota kelompoknya.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Pembelajaran seperti ini dapat menimbulkan situasi menyenangkan, dan efektif sesuai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Seperti yang sudah penulis laksanakan dalam pembelajaran IPA kelas VI SDN 03 Ampelgading pada kompetensi dasar “membandingkan cara perkembangbiakan tumbuhan dan hewan”. Pembelajaran menggunakan model ini, di samping adanya kerja kelompok juga terdapat kegiatan tutor sebaya. Model pembelajaran ini dapat digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa dan juga memberi latihan yang bersifat pemecahan masalah.

Langkah-langkah model pembelajaran tersebut adalah: 1) Siswa dibuat menjadi beberapa kelompok; 2) Guru membagikan soal yang berbeda kepada tiap-tiap kelompok tentang materi membandingkan cara perkembangbiakan tumbuhan dan hewan. Soal diusahakan merupakan soal pemecahan masalah. Agar lebih adil, pemberian soal dengan cara diundi; 3) Secara berkelompok siswa mengerjakan soal yang telah diberikan guru; 4) Hasil penyelesaian soal ditulis dalam selembar kertas manila atau sejenisnya kemudian di pajang di dinding sekitar kelas. Kegiatan inilah yang diumpamakan membuka toko. Tentu saja dengan jawaban/penyelesaian soal sebagai pajangannya; 5) Masing-masing kelompok ada yang bertugas menjaga toko dan yang lainnya berjalan-jalan untuk mengunjungi toko kelompok lain.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Siswa sebagai penjaga toko diharapkan mampu memberi penjelasan kepada anggota kelompok lain yang membutuhkan penjelasan terkait jawaban soal/penyelesaian yang telah dipajang. Untuk itu, dianjurkan memilih penjaga yang mampu berkomunikasi dengan baik dan memahami hasil pekerjaan kelompok. Pada kegiatan inilah munculnya aktivitas tutor sebaya.

Bagi anggota kelompok yang bertugas berkunjung pada kelompok lain, di samping berhak mendapat penjelasan, juga berhak memberi masukkan dan koreksi terhadap pekerjaan kelompok yang dikunjunginya dengan menuliskannya di lembar pekerjaan kelompok tersebut. Kelompok yang berkunjung mencatat pekerjaan kelompok yang dikunjungi. Setelah waktu yang telah ditentukan selesai, masing-masing anggota yang berkeliling kembali ke kelompok asal kemudian bertukar informasi berdasarkan hasil kunjungan yang telah dilakukan.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Penulis sudah mencoba model pembelajaran ini di kelas VI SDN 03 Ampelgading materi membandingkan cara perkembangbiakan tumbuhan dan hewan. Siswa sangat antusias dalam melakukan kegiatan ini. Dari kegiatan ini, muncul siswa-siswa yang berbakat menjadi guru. Hal ini dapat dilihat dari cara siswa tersebut dalam menjelaskan hasil kerja kelompoknya kepada siswa yang bertanya. Kesabaran dan wawasan siswa yang bertugas menjaga “toko” juga diuji terhadap pertanyaan teman-temannya yang hanya ingin sekedar mengetes kemampuan penjaga. Window Shopping solusi pembelajaran cerdas, selamat mencoba. (*)