Menggagas Sekolah Berbasis Ekonomi Kreatif melalui Ekstrakurikuler SnakeFruit Schooling

Oleh: Dhian Rahmawati, S.Pd.
Kepala SDN 1 Karangkemiri, Kec. Wanadadi, Kab. Banjarnegara

PERAN kepala sekolah sebagai inovator adalah cara atau usaha kepala sekolah yang memiliki inovasi-inovasi baru dalam mempengaruhi, membimbing, mendorong, mengarahkan, dan menggerakkan guru, staf, siswa maupun pihak-pihak terkait untuk berperan serta guna mencapai tujuan. Hal itu dapat tercermin dari cara kepala sekolah dalam melakukan pekerjaannya secara kreatif, yaitu kemampuan mengembangkan ide-ide baru, konstruktif yaitu mampu memberikan arahan serta bimbingan kepada tenaga pendidik agar dapat mencapai tujuan, adaptabel, dan fleksibel yaitu mampu menyesuaikan dengan situasi.

Selamat Idulfitri 2024

Sekolah dalam menggapai visi dan misi pendidikan perlu ditunjang oleh kemampuan kepala sekolah dalam menjalankan roda kepemimpinannya. Perspektif ke depan mengisyaratkan bahwa kepala sekolah juga harus berperan sebagai figur dan mediator bagi perkembangan masyarakat sekolah. Dengan demikian, pekerjaan kepala sekolah semakin hari semakin meningkat dan akan selalu meningkat sesuai dengan perkembangan pendidikan yang diharapkan.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Oleh karena itu, dalam menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, peran kepala sekolah menjadi salah satu penentu keberhasilan sekolah. Kegiatan yang cukup dikenal dalam dunia pendidikan dan merupakan kegiatan yang cukup penting yaitu kegiatan intrakurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler.

Kegiatan intrakurikuler adalah segala kegiatan proses belajar mengajar yang dilakukan di sekolah sesuai dengan struktur program kurikulum yang berlaku untuk mencapai tujuan minimal tiap mata pelajaran. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran biasa dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa, mengenal hubungan antara berbagai mata pelajaran, menyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan manusia Indonesia seutuhnya.

Dari berbagai kegiatan tersebut, salah satu gagasan menarik ialah kegiatan ekstrakurikuler Snakefruit Schooling. Yang mana, siswa bisa diajarkan mengenal pertumbuhan dan perkembangan salak sebagai komoditas unggulan Kabupaten Banjarnegara. Mengenalkan sejak dini produk lokal adalah program unggulan sekolah yang mengadakan kegiatan ekstrakurikuler Snakefruit Schooling. Mengapa perlu dikenalkan sejak dini siswa terhadap komoditas salak di Banjarnegara, adalah salah satunya mengenalkan produk lokal dan inovasi pemanfaatan produk lokal untuk siswa sekolah dasar.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Adapun yang menjadi visi dari kegiatan ekstrakurikuler ini adalah untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan disekolah. Sedangkan misinya yaitu (1) menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat dan minat peserta didik, dan (2) menyelenggarakan kegiatan yang memberikan kesempatan peserta didik mengekspresikan diri secara bebas melalui kegiatan mandiri dan atau kelompok.

Fungsi kegiatan ekstrakurikuler ini yaitu: 1) Pengembangan, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi, bakat, dan minat mereka. 2) Sosial, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. 3) Rekreatif, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan suasana rileks, menggembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan. 4) Persiapan karier, yaitu fungsi kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan kesiapan karier peserta didik.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler seperti ini dapat menjadi sebuah gagasan konstruktif membangun jejaring komitmen sekolah mewujudkan pendidikan karakter yang kreatif dan inovatif. (*)