RADEC Tingkatkan Pembelajaran HOTS

Oleh: Wiwit Widhiarsi, S.Pd.
Guru SDN 2 Binorong, Kec. Bawang, Kab. Banjarnegara

DI tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat, mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing tinggi sangat mutlak, terutama untuk generasi penerus bangsa yaitu anak-anak sebagai peserta didik agar dapat berdaya guna tinggi untuk menghadapi kehidupan abad 21. Pendidikan harus bisa menyiapkan bekal bagi peserta didik untuk menghadapi kondisi seperti sekarang ini supaya tidak terjadi kegagalan dalam kehidupan peserta didik.

Selamat Idulfitri 2024

Usaha peningkatan mutu pendidikan terus dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM di negara ini. Salah satunya dengan perubahan kurikulum yang semakin mutakhir. Salah satunya adalah Kurikulum 2013. Esensi dasarnya adalah perubahan tujuan pembelajaran menuju keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Berlakunya kurikulum 2013 sudah mengarahkan pembelajaran yang melatih dan membiasakan peserta didik untuk berpikir tingkat tinggi, sehingga keterampilan berpikir HOTS seharusnya telah ditanamkan dan dikembangkan sejak dini. Peserta didik pembelajar cepat di sekolah dasar yang memiliki kebutuhan belajar tidak sama, mereka cenderung mandiri dalam belajar dan memiliki kecepatan berbeda dalam mencapai kompetensinya. Guru sebagai salah satu komponen penting dalam pembelajaran dituntut dapat memfasilitasi mereka dalam memenuhi kebutuhan belajarnya itu.

Salah satu tugas keprofesionalan guru mengharuskannya dapat menyusun dan mengembangkan bahan ajar yang dapat memenuhi kebutuhan belajar peserta didik serta mendukung efektivitas pembelajaran di sekolah dasar. Untuk itu, pembelajaran IPA dikelas V SDN 2 Binorong mencoba menggunakan model pembelajaran RADEC yang merupakan akronim dari Read, Answer, Discuss, Explain, dan Create sebagai alternatif dalam meningkatkan HOTS pada pembelajaran IPA. HOTS dalam pembelajaran IPA menjadi suatu hal yang penting yang harus dikembangkan oleh seorang guru, dikarenakan saat ini HOTS menjadi suatu keterampilan yang wajib dimiliki oleh seorang siswa, sehingga bisa terus eksis dalam pembelajaran.

Sebagai model pembelajaran, RADEC memiliki langkah-langkah (sintaks) dalam proses pelaksanaannya, yakni: 1) Read (R). Peserta didik membaca buku sumber dan sumber informasi lain yang berhubungan dengan materi yang akan dipelajari di kelas. Pendukung kegiatan ini yaitu sumber belajar berupa buku teks atau elektronik selanjutnya peserta didik diberi pertanyaan-pertanyaan pra pembelajaran. Pertanyaan yang jawabannya merupakan aspek kognitif esensial yang harus dikuasai peserta didik setelah menyelesaikan suatu topik pelajaran tertentu.; 2) Answer (A). Peserta didik menjawab pertanyaan-pertanyaan pra pembelajaran. Kegiatan ini dilakukan secara mandiri di luar kelas atau di rumah berdasarkan hasil kegiatan pembelajaran tahap membaca; 3) Discuss (D). Peserta didik belajar secara berkelompok (2-4 orang) untuk mendiskusikan jawaban-jawaban dari pertanyaan pra pembelajaran. Pada tahap ini pendidik dapat mengidentifikasi beragam kebutuhan peserta didik; 4) Explain (E). Penyajian penjelasan secara klasikal tentang materi yang telah didiskusikan. Nara sumber bisa dipilih dari perwakilan peserta didik. Dalam hal ini pendidik bertindak untuk menjamin bahwa penjelasan peserta didik benar dan peserta didik yang lain bisa memahami penjelasannya. Narasumber dapat juga peserta didik tetapi ini hanya dilakukan bila sudah dipastikan bahwa semua peserta didik tak ada yang mampu menjadi narasumber; 5) Create (C). Peserta didik merumuskan ide-ide kreatif baik berupa rumusan pertanyaan penyelidikan, pemecahan masalah atau proyek yang dapat dibuat dan mewujudkannya. Ide kreatif bersesuaian dengan materi yang telah dikuasai dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Pendidik bertugas untuk menginspirasi peserta didik untuk memperoleh ide kreatif melalui pemberian contoh-contoh hasil kreativitas yang sesuai dengan materi yang telah dipelajari.

Ketika masing-masing step dari model RADEC diterapkan dengan baik, maka pengembangan karakter moral (jujur, amanah, kerja keras, berdaya saing tinggi) dapat terbentuk. Setelah pembelajaran IPA kelas V SDN 2 Binorong menggunakan RADEC siswa terlihat mulai memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi dan RADEC dianggap sebagai model pembelajaran berpotensi yang dapat memberikan arah baru bagi pendidik dalam memecahkan masalah terkait skill peserta didik dalam keterampilan tingkat tinggi. (*)