Unik, Aneka Ragam dalam Perpustakaan

LITERASI: Para siswi SMP N 2 Jetis saat memilih buku di perpustakaan Pustaka Pradita, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – SMP N 2 Jetis, Bantul memiliki perpustakaan yang unik juga berbeda dari sekolah-sekolah lain. Dari segi pelayanan, tempat, isi perpustakaan memiliki tema atau keunikan tersendiri.

Kepala SMP N 2 Jetis, Sri Lestari mengatakan, persiapan untuk merehab perpustakaan ini tidak sebentar. “Awalnya ide saya, juga dibantu rekan-rekan. Jauh hari kita siapkan semuanya. Bentuk ruangan, kursi, sistem kunjungan dan lainnya,” ungkapnya baru-baru ini.

Selamat Idulfitri 2024

Ia menjelaskan, perpustakaan di sekolah itu sudah berdiri sejak tahun 1968, di gedung sekolah lama. Pada 2007 gedung berpindah ke tempat yang sekarang, dibangunkan yang didirikan oleh Yayasan Budha Tzu Chi.

Baca juga:  Antusiasme Siswa Tinggi, SMPN 5 Banguntapan Sukses Gelar Pesantren Kilat

Lebih lanjut, ia menceritakan, perpustakaan di tempat yang sekarang berdiri sejak 2021, yang diberi nama ‘Pustaka Pradita.’ Hal itu bertujuan agar mewujudkan generasi unggul, dengan perpustakaan yang unik seperti ini.

“Kita memiliki buku 2680 tercetak. 320 judul buku elektronik. Persentase koleksi 71,08 persen dari kesuluruhan. 259 judul jenis referensi. Dan masih banyak lagi seperti, surat kabar, majalah dan lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan, Siti Rahayu menuturkan bahwa pihaknya memakai sistem otomasi pengolahan, yang menggunakan LAN. “Kami memakai standar pengolahan buku secara internasional dan konsisten. Dari deskripsi bibliografi, klasifikasi, sampai tajuk subjek,” tuturnya.

Baca juga:  MTsN 9 Bantul Dorong Kecintaan Beragama lewat Pesantren Ramadan

Dirinya menambahkan, siswa-siswi wajib memiliki kelengkapan fisik dalam berkunjung atau meminjam barang perpustakaan. Tidak lupa, sebelum masuk perpustakaan mereka dicek kebersihan dan kelengkapannya.

“Anak-anak harus punya kartu buku, kantong buku, slip tanggal kembali, label buku dan stempel. Dan satu lagi, untuk perangkat otomasi mereka wajib menunjukkan barcode atau chip,” paparnya.

Di samping itu, Sri Lestari menyebutkan, di dalam perpustakaan dilengkapi ruangan multimedia. Dan yang unik lagi ada panggung bercerita. Yakni berguna bagi siswa dan siswi ingin memaparkan presentasi dan penampilan di luar seperti ekstrakurikuler.

Baca juga:  Peminat UIN Walisongo Membludak: Prodi PAI Paling Diminati, Persaingan 1:51

Pihaknya juga menerapkan pengunjung atau siswa yang datang itu terjadwal. Tujuannya agar tidak berdesakan dan tidak teratur. Ia berharap, perpustakaan di SMP N 1 Jetis ini bisa masuk akreditasi, dan menjadikan tempat ini sebagai wahana dan sumber literasi. Selain itu sebagai sumber informasi, inspirasi, inovasi dalam pengembangan minat membaca dan menulis siswa dan siswi.(mg3/ziz)