Bangkitkan Semangat Belajar Matematika dengan Media Animasi Jarimatika

Oleh: Dina Trisnawati, S.Pd.SD.
Guru SDN 02 Sarwodadi, Kec. Comal, Kab. Pemalang

PROSES pembelajaran di era pandemi memaksa tenaga pendidik, peserta didik, dan orang tua untuk beralih menggunakan teknologi. Saat ini, dalam pemulihan pembelajaran pasca pandemi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) telah menggunakan teknologi sebagai upaya memulihkan pendidikan lebih cepat dan bangkit lebih kuat, bahkan diharapkan dapat membuat lompatan kemajuan.

Selamat Idulfitri 2024

Kondisi pasca pandemi dalam pelajaran matematika hasil evaluasi begitu memprihatinkan. Hitungan dasar penjumlahan dan perkalian anak-anak banyak yang tidak bisa, itu salah satu efek dari pembelajaran daring selama dua tahun yang hanya belajar di rumah. Hal ini menjadi tantangan guru untuk bisa pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat. Matematika merupakan pelajaran dasar yang harus dikuasai karena sebagai dasar untuk menentukan keberhasilan dalam jenjang pendidikan selanjutnya. Di samping itu, banyak manfaat dari belajar matematika bagi anak-anak dalam kehidupan.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Keberhasilan guru dalam mencapai ketuntasan belajar diperlukan metode dan media yang tepat untuk itu dalam pelajaran berhitung guru memilih jarimatika sebagai metode mengajar. Nilai lebih dari metode jarimatika adalah karena jarimatika memberikan visualisasi proses berhitung. Media video animasi jarimatika sebagai upaya guru dalam meningkatkan pemahaman dan hasil belajar

Salah satu kemampuan pedagogik guru adalah dapat merancang dan melaksanakan pembelajaran serta menjadi fasilitator yang baik dalam mengembangkan potensi siswa. Berdasarkan hal tersebut, perlu dirancang media pembelajaran yang dapat menarik minat belajar siswa. Media pembelajaran yang tepat dapat digunakan sebagai sarana untuk membantu siswa dalam meningkatkan kualitas hasil belajarnya kemampuan higher order thinking siswa, dan meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa. Sesuai jenisnya, media pembelajaran terbagi menjadi tiga: yaitu media audio, visual, dan audio visual. Film animasi adalah salah satu media pembelajaran audio visual.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Pusca dan Northwood (2016, p. 23) mendefinisikan animasi sebagai rangkaian bingkai berurutan, satu bingkai terpisah (satuan waktu), pada satu waktu yang direkam, atau ditampilkan secara digital. Sedangkan menurut Bétrancourt dan Tversky (2000, p. 311), animasi komputer mengacu pada setiap aplikasi yang menghasilkan serangkaian frame, sehingga setiap frame muncul sebagai perubahan dari sebelumnya, dan urutan frame ditentukan baik oleh desainer atau pengguna. Dengan demikian, film animasi dapat diartikan sebagai hasil karya seni budaya yang dibuat untuk menyampaikan informasi kepada khalayak umum melalui sebuah cerita menggunakan serangkaian gambar gerak cepat yang continue atau terus-menerus.

Media animasi jarimatika digunakan sebagai alat pendukung, agar anak tertarik dan diharapkan dengan adanya animasi akan memudahkan mereka memahami bagaimana berhitung menggunakan metode jarimatika. Animasi ini juga bisa mereka gunakan di rumah menggunakan gadget, sehingga mereka mempunyai kegiatan positif agar tidak selalu menonton televisi atau bermain game di gadget. Metode jarimatika akan lebih menyenangkan untuk belajar matematika dasar bagi anak usia 3-10 tahun karena tidak memberatkan memori otak.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Kegiatan pembelajaran dengan video animasi jarimatika, guru menampilkan dilayar proyektor yang diperhatikan oleh anak-anak dari awal sampai akhir, kemudian guru menginstruksikan untuk siswa mempraktikkan hitungan dengan jarimatika. Untuk menguji pemahaman, guru memberikan soal kemudian anak disuruh maju untuk mengerjakan dengan hitungan jarimatika. Hal yang terlihat muncul rasa senang selama proses pembelajaran, menumbuhkan motivasi belajar siswa, dialog yang digunakan menggunakan bahasa anak, gambar ilustrasi menarik membuat siswa lebih memahami penggunaan jarimatika.

Selama menampilkan video animasi anak tidak berbicara sendiri, anak terlihat ceria tidak ada yang mengantuk, kejahilan kepada teman pun tidak tampak karena anak semua fokus. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa video animasi jarimatika dapat membangkitkan semangat anak dalam belajar matematika. (*)