Musem Kretek Targetkan PAD 2022 Rp 700 Juta

  • Bagikan
TERANGKAN: Salah satu petugas Museum Kretek Kudus memandu pengunjung untuk melihat koleksi yang dimiliki museum tersebut, beberapa waktu lalu. (MUHAMMAD FATHONI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Adanya pandemi Covid-19 memberikan dampak dalam berbagai lini sosial. Dampak tersebut juga turut dirasakan oleh Museum Kretek Kudus. Dari pengamatan, tak lebih dari 50 pengunjung tiap harinya di hari kerja selama dua tahun terakhir.

Untuk itu, seiring melandainya kasus Covid-19 di Indonesia, Museum Kretek mengupayakan berbagai inovasi program untuk meningkatkan pengunjung. Sehingga bisa meningkat Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk tahun ini, Museum Kretek menargetkan PAD sebesar Rp 700 juta.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Museum dan Taman Budaya Kudus Yusron menjelaskan, tahun ini Museum Kretek menargetkan PAD sebesar Rp 700 juta. Untuk itu berbagai program inovasi tengah diupayakan untuk terealisasi. Saat ini, PAD Museum Kretek telah mencapai 63%.

“Sampai Desember tahun ini kami menargetkan PAD Rp 700 juta. Semoga bisa tercapai,” terangnya.

Berbagai program inovasi tengah diupayakan untuk meningkatkan PAD tersebut. Pihaknya menyatakan, program-program yang tengah dicanangkan diantaranya meliputi outing class. Yakni pembelajaran bersama guru dan siswa secara langsung di lokasi museum.

“Kerja sama dengan berbagai pihak, seperti Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora), dan forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Hal tersebut bertujuan untuk mendongkrak pengunjung yang datang,” paparnya.

Baca juga:  IAIN Kudus Kembali Meraih Medali Perunggu Cabang Cipta Lagu Islami

Dengan konsep wisata edukasi, diharapkan dapat menarik perhatian para pelajar dan juga masyarakat umum untuk datang dan belajar bersama di Museum Kretek. Para pengunjung dapat menelusuri secara langsung sejarah Museum Kretek.

Pihaknya menyatakan, kapasitas museum kretek dapat menampung maksimal 1.000 pengunjung. “Satu harinya, Museum Kretek dapat menampung jumlah pengunjung sebanyak 1.000 orang. Dengan luas museum sekitar setengah hektare,” ujarnya.

Tak hanya itu, kualitas fasilitas museum kretek turut ditingkatkan. Seperti peningkatan ruang koleksi, ketersediaan fasilitas permainan anak, contohnya kolam renang, trampolin, terapi ikan, dan lain sebagainya. Hal tersebut dilakukan tak lain bertujuan untuk meningkatkan PAD Museum Kretek.

“Baik masyarakat Kudus maupun luar Kudus, saya harap mereka dapat tertarik dan mengunjungi museum kretek, untuk wisata sekaligus belajar budaya dan sejarah. Terlebih, museum kretek Kudus menjadi satu-satunya museum kretek yang ada di Jawa,” harapnya. (cr1/fat)

  • Bagikan