Susilowaty Jadi Penulis Terbaik di Konferensi TEYLIN 4 PBI UMK

  • Bagikan
ONLINE: Pelaksanaan konferensi TEYLIN yang dilaksanakan pada Agustus 2022 melalu zoom meeting. (HUMAS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus memebrikan penghargaan kepada Dosen Universitas Sampoerna Jakarta Susilowaty. Apresiasi itu diberikan sebagai penulis terbaik dalam Konferensi internasional Teaching English to Young Learners In Indonesia (TEYLIN) 4 beberapa waktu lalu.

Penghargaan itu dari paper Susilowaty dengan judul A Story of Authentic Assessment Application in TEYL Class. Makalahnya dipilih sebagai yang terbaik setelah menyingkirkan 39 paper lainnya.

Tim reviewer menilai bahwa paper tersebut memenuhi kriteria paling bagus dari aspek kesesuaian tema, struktur artikel, organisasi manuskrip, penggunaan Bahasa. Serta performance penulis dalam menyajikan makalah.

Kaprogdi PBI UMK Rusiana mengatakan, paper itu pada intinya, calon guru bisa menerapkan penelitian autentik untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah. Sehingga siswa juga mudah memahami pelajaran. ”Kita ingin calon guru bisa menjadi guru pemula yang professional,” katanya belum lama ini.

Dalam paper Susilowaty disebutkan, penilaian otentik adalah metode mengevaluasi keterampilan dan kemampuan pembelajar menggunakan berbagai indicator. Metode ini dipandang dapat memberikan kesempatan bagi mereka untuk berlatih memecahkan masalah dunia nyata.

Kegiatannya meliputi demonstrasi keterampilan, pengalaman langsung, dan proyek. Penilaian semacam ini telah digunakan dalam berbagai perkuliahan di lembaga pendidikan guru yang mempersiapkan calon guru untuk menjadi guru pemula yang profesional.

Baca juga:  Implementasikan Kampus Merdeka, Sembilan Mahasiswa UMK Belajar di Philipina Satu Semester

Susilowaty menuliskan, diantara penilaian otentik yang bisa dijalankan mahasiswa calon guru Bahasa Inggris yakni dengan pengajaran mikro, analisis video, dan pembelajaran layanan. Selain meningkatkan kemampuan mengajar mereka, latihan ini dipandang sebagai strategi untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah.

Sementara untuk konferensi TEYLIN sendiri, bertujuan menjadi wadah bagi dosen, guru, peneliti, praktisi dan mahasiswa untuk mempublikasikan ide pemikiran dan hasil riset terkini. Yakni tentang pembelajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak.

Seminar tersebut menghasilkan rekomendasi kepada dunia pendidikan di Indonesia untuk menghidupkan kembali pembelajaran Bahasa Inggris di SD. Karena pada usia dini anak memiliki daya tangkap yang sangat tajam. Sehingga mereka akan lebih siap untuk menguasai Bahasa Inggris ketika belajar di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Dosen Universitas Sampoerna, Susilowaty mengaku senang bisa memiliki kesempatan untuk menyajikan makalah yang bisa diterpkan dalam kelas TEYL. ”Saya juga berterimakasih karena dalam konferensi itu saya mendapatkan wawasan baru dari pemakalah dan narasumber,” jelasnya.

Dirinya berharap, konferemsi TEYLIN akan terus eksis. Karena calon sarjana, sarjana dan pendidik TEYL membutuhkannya untuk berkolaborasi dalam pembelajaran. (hms/fat)

  • Bagikan