Jalin Kerja Sama, RSJD Surakarta Wujudkan Posyandu Kesehatan Jiwa

  • Bagikan
LATIHAN: Salah satu kegiatan Posyandu Kesehatan Jiwa di Desa Cemeng, Sambung Macan, Sragen, beberapa waktu lalu. (HUMAS/JOGLO JATENG)

SURAKARTA, Joglo Jateng – Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Surakarta mengembangkan sayap dengan menjalin kerja sama dengan pihak luar, khususnya terkait kesehatan jiwa di masyarakat (keswamas). Dari kerja sama itu, salah satunya lahir Desa Siaga Sehat Jiwa atau Posyandu Kesehatan Jiwa di desa-desa.

Psikolog Klinis Ahli Madya RSJD Surakarta, Dra. Sepi Indriati mengatakan RSJD Surakarta telah bekerjasama dengan beberapa pihak, seperti dinas pemerintahan, komunitas hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang konsen di sektor pemerhati kesehatan jiwa.

“Jalinian terhadap pihak luar sudah terkoordinasikan dengan baik. Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kesehatan (Dinkes), komunitas pemerhati skizofrenia Indonesia, komunitas Alzeimer, sampai LSM yang terbiasa menangani masalah-masalah kekerasan perempuan dan anak soal seksual,” papar Sepi saat ditemui Joglo Jateng, belum lama ini.

Dari jalinan antar organisasi tersebut, lanjutnya, terbentuk suatu program yang dinamakan sebagai desa binaan. Kemudian mereka menjadi pioneer atau garda terdepan bersama masyarakat setempat.

“Berkat jalinan tersebut, muncullah Desa Siaga Sehat Jiwa (Posyandu Kesehatan Jiwa) di desa-desa. Programnya berkolaborasi dengan masyarakat peduli gangguan jiwa di masyarakat. Diobati sedini mungkin. Apabila tidak tertangani bisa dirujuk ke RSJD dr. Arif Zainuddin Surakarta,” kata dia.

Baca juga:  Tak Permasalahkan Agama, Habib Hasan Mulachela: Komjen Listyo Sigit Mau Jabat Kapolri Bukan Ketua MUI

Sepi menjelaskan, tahapan pembentukkan Posyandu, diawali dengan bimbingan teknis (bimtek) secara terbuka. Di dalamnya, perserta diajari terlebih dahulu baru dilepas secara mandiri. “Minimal diajarkan praktek mengenal atau mendeteksi kesehatan jiwa. Ada pendampingan sebentar, setelah dinilai sudah mandiri, kita lepas,” terangnya.

Tidak berhenti di situ, Sepi mengatakan, follow up dari perekrutan kader di desa tersebut kemudian terbentuknya Posyandu Kesehatan Jiwa Masyarakat. Posyandu ini sudah tersebar di beberapa tempat di Jawa Tengah.

“Posyandu yang dieksekusi acaranya setiap tiga bulan sekali didelegasikan psikiater dan perawat jiwa untuk mendampingi, agar persoalan dapat terselesaikan di tingkat desa, tidak perlu sampai ke RSJD. Nah, ini juga sudah ada di mana-mana, seperti Cemeng, Pulosari, Sambirejo, Klokah dan Kudus,” paparnya. (cr2/gih)

  • Bagikan