Teknik STOP dalam Pembelajaran Sosial Emosional

Oleh: Eli Mutosiah
Guru SDN Mlekang 2, Kec. Gajah, Kab. Demak

PEMBELAJARAN Sosial Emosional (PSE) merupakan pembelajaran yang bertujuan melatih kompetensi sosial emosional peserta didik, sehingga tercapai keseimbangan antara kompetensi akademik dan sosial emosional yang dapat mengantarkan mereka menjadi individu-individu yang selamat dan bahagia. PSE sangat relevan dan perlu diterapkan di Indonesia secara menyeluruh, tidak hanya secara sporadis di beberapa institusi pendidikan yang sudah mengenal konsep PSE lebih dulu, karena penerapan PSE sangat selaras dengan tujuan pendidikan nasional dan cita-cita pendidikan Ki Hajar Dewantara dan dapat membantu dalam mencetak pelajar Indonesia dengan Profil Pelajar Pancasila.

Selamat Idulfitri 2024

Dalam menerapkan PSE, guru dapat menggunakan berbagai macam teknik yang disesuaikan dengan kebutuhan, tujuan pembelajaran, kompetensi sosial emosional yang ingin dilatih, dan jenjang pendidikan peserta didik yang diajarkan, di mana guru dapat mendesain sendiri atau memodifikasi teknik-teknik PSE yang tepat.  Kondisi di kelas III SD Negeri Mlekang 2, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak sejauh ini belum pernah menerapkan pembelajaran sosial emosional, sehingga perlu dilaksanakan pembelajaran sosial emosional di kelas guna meningkatkan kemampuan sosial emosional peserta didik. Penerapan PSE dapat menjadi strategi sekolah dalam memastikan kenyamanan murid. Banyak teknik dalam pembelajaran sosial emosional yang dapat diterapkan, salah satunya adalah dengan teknik STOP.

Teknik STOP merupakan teknik yang paling sederhana untuk berlatih mindfulness, yakni dengan menyadari nafas. Kita bisa gunakan Teknik STOP untuk berlatih menyadari nafas. STOP merupakan singkatan dari Stop, Take a deep breath, Observe dan Proceed. Mindfulness tak terbatas pada menyadari nafas saja. Namun, dalam setiap langkah maupun aktivitas kita, kita harus sadar betul dengan apa yang kita lakukan, yang kita rasakan, yang kita pikirkan dan kita ucapkan.

Langkah dalam penerapan PSE dengan teknik STOP yaitu: Pertama, S (stop/berhenti). Menginstruksikan semua murid menghentikan sejenak semua aktivitas. Kemudian meminta murid duduk dengan posisi nyaman, badan tegak, rileks, dan meletakkan kedua tangan di atas paha; Kedua, T (take a deep breath/ tarik napas dalam). Menginstruksikan semua murid menarik napas, merasakan udara segar masuk ke hidung, lalu menghembuskan, sebanyak 2-3 kali; Ketiga, O (observe/amati). Menginstruksikan semua murid mengamati apa yang sedang dirasakan pada tubuh. Mengamati perut yang mengembang sebelum membuang napas dan bagian- bagian tubuh yang lainnya dalam posisi semua anggota tubuh rileks; Keempat, P (proceed/lanjutkan). Pada tahap ini latihan selesai. Kemudian melanjutkan aktivitas pembelajaran yang masuk pada tahap inti. Dengan perasaan lebih tenang, pikiran lebih jernih dan sikap lebih positif.

Penerapan teknik STOP secara rutin, dapat membangun kemampuan merespons dan mengambil keputusan dengan lebih reflektif. Penerapan teknik STOP di awal pembelajaran juga membuat murid lebih konsentrasi dan tidak mengantuk saat belajar di sekolah, begitu halnya yang terjadi di kelas III SD Negeri Mlekang 2, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak. Melalui PSE dengan teknik STOP, nyatanya dapat mengurangi stres dan tekanan dalam proses belajar, sehingga membantu murid memiliki sikap positif terhadap diri maupun orang lain dalam kehidupan sosial. (*)