Menggapai Kesuksesan dengan Kecerdasan Emosi

Oleh: Sri Kustianingsih, S.Pd.
Guru BK SMAN 1 Mranggen, Kabupaten Demak

FENOMENA dalam masyarakat telah terdoktrin bahwa orang yang cerdas intelektual atau IQ (Intelligence Quotient) selama ini sering dijadikan tolak ukur dan pemegang takhta tertinggi dalam kesuksesan, khususnya dalam bidang karier seseorang. Padahal ada selain kecerdasan IQ yang tidak kalah pentingnya berperan dalam kehidupan seseorang, yaitu kecerdasan emosional atau EQ (Emotional Quotient). Dalam penelitian dijelaskan bahwa EQ berkontribusi dua kali lebih penting dalam mempengaruhi kesuksesan dibanding IQ.

Selamat Idulfitri 2024

Kecerdasan EQ sangat penting dalam proses menghadapi kehidupan sosial yang harus berinteraksi dengan orang lain. Dengan EQ yang baik, seseorang akan dapat bergaul di lingkungan sosialnya dengan baik sebagai penerimaan makhluk sosial. Seseorang dikatakan mempunyai kecerdasan emosi dengan baik harus menguasai lima soft skill, yaitu: 1) SelfAwareness, yaitu mampu mengendalikan emosi kemampuan kekuatan dan kelemahan serta batasan diri; 2) SelfRegulation, yaitu mampu mengontrol emosi dan tindakan dengan baik sehingga jauh dari tindakan dengan baik; 3) Empathy (empati), yaitu membuat seseorang memahami dan menimbulkan koneksi dengan orang lain secara emosional, peduli, dan tulus dalam berhubungan dengan siapa; 4) Motivation (motivasi). Seseorang yang cerdas secara emosional adalah orang yang dapat memotivasi dirinya sendiri; dan 5) Social Skill, yaitu skill dalam bernegosiasi yang tentunya sangat penting dalam dunia pekerjaan. Lima soft skill tersebut akan memberi manfaat pada seseorang yang memiliki kecerdasan emosi tinggi, karena lebih mempermudah komunikasi secara efektif.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Kecerdasan emosi yang tinggi dapat membuat seseorang mampu mendengarkan dan memberi respons secara baik dengan rekan kerja. Dengan kecerdasan emosi yang baik, bisa juga mengatasi tekanan di dunia kerja. Untuk itu, dengan memiliki kecerdasan emosi dengan baik, seseorang dapat mengelola tingkat stres dengan baik. Seseorang dengan kecerdasan emosi yang tinggi juga mampu menerima kritik dengan baik akan membuat seseorang berkembang tanpa melakukan pembelaan diri.

Daniel Golemen menjelaskan dalam bukunya “Emotional IntelligenceWhy It Can Be Matter More Than IQ bahwa kecerdasan emosional menyumbang sebesar 80% dalam keberhasilan seseorang, sedangkan 20% ditentukan oleh IQ. Kemudian Quotes dari Daniel Golemen yang intinya adalah kalau kamu tidak punya kesadaran diri, tidak bisa mengelola emosi yang kadang menyusahkan dan tidak punya empati, seberapa pintar pun kamu, kamu tidak akan membuat kemajuan yang jauh.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Dengan penjelasan yang cukup jelas bahwa kecerdasan emosi adalah salah satu kata kunci yang sangat menentukan jalan kesuksesan seseorang dalam kehidupan pribadi, terutama karier dengan pengelolaan emosi yang baik, seseorang dapat menentukan keputusan tentang langkah apa yang akan seseorang lakukan dengan tepat, karena orang-orang yang memiliki kecerdasan emosi tinggi sangat berhati-hati bila menemukan dirinya ada dalam situasi yang tidak nyaman dan tidak terkendali. Orang yang memiliki kecerdasan emosi sangat sadar dengan ketidak hati-hatian dalam menempatkan dirinya dalam kondisi tersebut akan mempengaruhi kualitas personal dan kinerjanya. (*)