Perlu Gerakan Masif Cegah Stunting

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. (ANTARA/JOGLO JATENG)

JAKARTA, Joglo Jateng – Sedianya, perlu gerakan peningkatan gizi secara masif yang mampu mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi gizi seimbang. Hal tersebut sekaligus untuk mencegah kekerdilan pada anak atau stunting.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyebutkan, upaya tersebut dapat dilakukan dengan berbagai gerakan. Seperti gerakan makan telur, makan ikan, dan keanekaragaman sumber pangan.

Selamat Idulfitri 2024

Dia juga mengingatkan, gerakan peningkatan gizi perlu dilakukan secara konsisten, bahkan sejak dini. Selain itu, pada dasarnya, target Pemerintah dalam menekan angka prevalensi stunting, dari 24,4 persen di 2021 menjadi 14 persen di 2024. Target ini merupakan sebuah keniscayaan apabila didorong dengan gerakan bersama untuk mewujudkannya.

Baca juga:  Bank Jateng Borong Penghargaan di TOP BUMD Awards 2024, Pj. Gubernur Jawa Tengah Jadi TOP Pembina BUMD 2024

“Upaya menekan prevalensi angka stunting tersebut harus tetap menjadi perhatian bersama. Terutama di tengah berbagai ancaman krisis global di berbagai bidang yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini,” ungkapnya Rabu (28/9).

Oleh karena itu, ia pun menilai keseimbangan asupan gizi, ketahanan pangan, dan pengentasan daerah rawan pangan di tengah masyarakat merupakan langkah strategis yang perlu segera diwujudkan. Yaitu demi menghadirkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia sehat dan berdaya saing kuat.

“Keseimbangan gizi dan ketahanan pangan menjadi langkah strategis untuk segera diwujudkan. Karena pemenuhan pangan merupakan hak setiap warga negara yang harus dijamin kuantitas dan kualitasnya,” tutur Rerie, sapaan akrabnya.

Baca juga:  Bank Jateng Raih Dua Platinum di Ajang ICCA 2024

Menurutnya, pemenuhan pangan itu untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat dan tangguh berdaya saing. Tanpa ketersediaan dan kecukupan gizi seimbang, Indonesia akan mengalami kesulitan dalam menghadirkan anak bangsa yang mampu menjawab tantangan sesuai dengan tuntutan zaman.(ara/ziz)