Kinerja Mutu Sekolah melalui Peran Aktif Kepala Sekolah

Oleh: Ardi Hermawan, M.Pd.
Kepala SD Negeri 1 Duren, Kec. Pagedongan, Kab. Banjarnegara

MANAJEMEN kinerja merupakan upaya untuk mengelola potensi seseorang agar berkontribusi pada manajemen suatu organisasi yang produktif. Manajemen kinerja organisasi adalah proses merencanakan, melaksanakan, mengawasi, dan menilai kinerja organisasi. Manajemen kinerja banyak dilakukan oleh organisasi untuk mencapai harapan yang diinginkan. Manajemen kinerja adalah suatu cara untuk mendapatkan hasil yang lebih baik bagi organisasi, kelompok, dan individu dengan memahami dan mengelola kinerja sesuai dengan target yang telah direncanakan, standar, dan persyaratan kompetensi yang telah ditentukan.

Selamat Idulfitri 2024

Kinerja sekolah menekankan pada pengelolaan sekolah sebagai sumber daya yang potensial. Keberhasilan pengelolaan sekolah sangat ditentukan oleh kegiatan pendayagunaan sumber daya sekolah untuk terus mengembangkan kinerja sekolah ke arah yang sesuai dengan tujuan pendidikan baik lokal (sekolah), regional, maupun nasional serta tuntutan perubahan sekolah.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Pengembangan kinerja sekolah memerlukan respons yang adaptif dan proaktif, di mana manajemen kinerja sekolah dapat dijadikan sebagai cara yang tepat untuk menentukan suatu keberhasilan. Sekolah secara organisasi diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dan motivasi kerja organisasi sekolah, mulai tingkatan strategis sampai dengan tingkatan individu, dan tim dalam menghadapi semua tuntutan akibat perubahan yang terjadi yang didukung penuh oleh kepala sekolah sebagai pengambil kebijakan tertinggi.

Secara rinci dapat dikatakan bahwa manajemen kinerja adalah proses yang berkesinambungan dari supervisor dan karyawan bekerja sama untuk: 1) Mengatur ekspektasi kinerja terkait dengan tujuan organisasi; 2) Menetapkan kriteria terhadap yang individu dan kinerja unit dapat diukur; 3) Mengidentifikasikan daerah untuk peningkatan kompetensi; 4) Memberikan umpan balik kinerja; 5) Terus-menerus meningkatkan kinerja. Tujuan dari manajemen kinerja adalah untuk membantu karyawan meningkatkan kinerja dan efektivitasnya.

Pendapat di atas menunjukkan bahwa proses kerja sama yang terus menerus antara pemimpin dan pekerja menjadi hal utama pada manajemen kinerja dalam menentukan harapan kinerja terkait dengan tujuan organisasi, menentukan kriteria, dan pengukuran kinerja individu, menentukan upaya perbaikan, menyediakan umpan balik serta pengembangan kinerja yang berkesinambungan. Begitu besar peran kepala sekolah dalam manajemen kinerja guru, dapat diidentifikasi di antaranya : (1) Partisipasi warga sekolah (stakeholder) baik intern maupun ekstern menunjukkan hasil yang positif berdasarkan fakta di lapangan bahwa sekolah selalu melibatkan semua pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan ataupun kegiatan-kegiatan di sekolah; (2) Transparansi dalam penggunaan dana merupakan hasil positif, perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi selalu diketahui oleh semua pihak; (3) Budaya mutu yang dilaksanakan oleh sekolah menunjukkan hasil yang positif hal ini dapat dilihat dari upaya yang dilakukan oleh sekolah untuk peningkatan kualitas pendidikan misalnya (KBK, yang di dalamnya mencakup pembelajaran tuntas, penelitian tindakan kelas, moving kelas, pembinaan guru setiap bulan, try out untuk siswa, dan masih banyak lagi indikator yang lainya); (4) Akuntabilitas di sekolah dapat ditunjukkan dari perolehan nilai akademik tertinggi untuk sekolah prestasi-prestasi yang di raih siswa atau guru baik akademik maupun non akademik dan dari kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah. dapat disimpulkan bahwa Manajemen Kinerja Sekolah merupakan pendekatan untuk menciptakan kebersamaan warga sekolah dalam rangka mengoptimalkan kinerja sekolahnya.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Dengan pelibatan masyarakat terhadap penentuan strategi sekolah meningkatkan kinerjanya memberi nuansa baru bagi warga sekolah terhadap komitmen dan tanggung jawabnya kepada sekolah. Selain itu muncul pula kesadaran yang tinggi warga sekolah untuk menegakkan disiplin dalam melakukan tugas-tugas sekolah dalam hal ini berorientasi pada kepentingan peserta didik. (*)