Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar dalam Kurikulum Merdeka

Oleh: Siti Markhatun, S.Pd.SD.
Guru SDN 1 Pucang, Kec. Bawang, Kab. Banjarnegara

DALAM rangka pemulihan pembelajaran pasca pandemi Covid-19, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) mengembangkan Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang merupakan platform edukasi yang menjadi teman penggerak untuk pendidik dalam mewujudkan Pelajar Pancasila yang memiliki fitur Belajar, Mengajar, dan Berkarya. PMM menyediakan referensi bagi guru untuk mengembangkan praktik mengajar sesuai dengan Kurikulum Merdeka.

Dalam fitur mengajar, ada fitur perangkat ajar yang dapat digunakan oleh guru dan tenaga kependidikan dalam mengembangkan diri. Saat ini tersedia lebih dari dua ribu referensi perangkat ajar berbasis Kurikulum Merdeka. Fitur asesmen murid yang dikembangkan untuk membantu guru dan tenaga kependidikan melakukan analisis diagnostik terkait kemampuan peserta didik dalam literasi dan numerasi dengan cepat, sehingga dapat menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan peserta didik.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

PMM memberikan kesempatan yang setara bagi guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya kapan pun dan di mana pun guru berada. Fitur belajar pada PMM memberikan fasilitas pelatihan mandiri yang memberikan kesempatan kepada guru dan tenaga kependidikan untuk dapat memperoleh materi pelatihan berkualitas dengan mengaksesnya secara mandiri. Fitur lain dari belajar adalah video inspirasi. Fitur ini memberikan kesempatan kepada guru dan tenaga kependidikan bisa mendapatkan beragam video inspiratif untuk mengembangkan diri dengan akses tidak terbatas, yang pada akhirnya adalah mengembangkan kualitas dari kompetensinya dalam implementasi kurikulum merdeka.

Platform Merdeka Mengajar mendorong guru untuk terus berkarya dan menyediakan wadah berbagi praktik baik. Fitur lainnya adalah berkarya, di mana fitur ini adalah memberikan “Bukti Karya Saya” yang merupakan best praktis dari hasil implementasi pembelajaran, terutama terkait best praktis pembelajaran pada kurikulum merdeka. Guru dan tenaga kependidikan dapat membangun portofolio hasil karyanya agar dapat saling berbagi inspirasi dan berkolaborasi, sehingga guru dapat maju bersama.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

PMM yang dikembangkan diharapkan mampu menjadi partner guru dalam implementasi kurikulum merdeka dengan semangat kolaborasi dan saling berbagi. Konten-konten yang dikembangkan oleh Kemendikbudristek memberikan pemahaman lebih saat implementasi dan pembelajaran di satuan pendidikan yang telah ikut serta dalam implementasi kurikulum merdeka.

Menu Platform Merdeka Mengajar antara lain: 1) Video Aplikasi. Berisi kumpulan video inspiratif yang telah dikurasi; 2) Pelatihan Mandiri. Memuat topik-topik pelatihan yang berhubungan dengan Kurikulum Merdeka (KM); 3) Bukti Karya. Menu untuk membangun portofolio karya guru, sehingga bisa dibagikan kepada sesama pendidik; 4) Komunitas Belajar. Wadah agar para guru di seluruh Indonesia dapat saling belajar; 5) Asesmen Murid. Alat bantu untuk analisis awal pembelajaran literasi dan numerasi; 6) Perangkat Ajar. Berisi referensi perangkat ajar menurut mata pelajaran dan fase; 7) Tentang Kurikulum Merdeka. Informasi lengkap soal dokumen implementasi Kurikulum Merdeka, misalnya Panduan Pembelajaran dan Asesmen, Capaian Pembelajaran (CP), dan contoh-contoh Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Pendidik bisa mengakses platform tersebut melalui dua cara, yaitu melalui aplikasi ponsel android yang diunduh di Google Play atau melalui situs website. Perlu ditegaskan, PMM sifatnya adalah gratis. Jadi, guru tidak perlu membayar tarif akses premium sama sekali untuk menggunakannya. Perlu diketahui, Platform Merdeka Mengajar hanya diperuntukkan bagi para guru, bukan siswa. Dengan adanya PMM ini, diharapkan pendidik dapat memanfaatkan untuk mengajar, belajar, serta berkarya dalam konteks memajukan digitalisasi dalam pendidikan. (*)