Wayang Jogja Night Carnival #7 akan Kembali Hadir di Tugu Jogja

KARNAVAL: Penampilan WJNC dari salah satu kemantren di Kota Yogyakarta saat sebelum pandemi Covid-19, beberapa waktu lalu. (HUMAS/JOGLO JATENG)

YOGYAKARTA, Joglo Jateng – Dalam puncak peringatan hari ulang Kota Yogyakarta ke 266, kembali digelar Wayang Jogja Night Carnival (WJNC). Karnaval yang ke-7 itu menyuguhkan penampilan seni koreografi, busana, musik kontemporer, dan permainan lighting yang berlokasi di Tugu Yogyakarta.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahu Hendratmoko mengatakan, WJNC #7 rencananya akan dilaksanakan pada 7 Oktober mendatang pukul 18.30 WIB. Lalu, para kelompok penampil yang berasal dari 14 kemantren (kecamatan) di Kota Yogyakarta akan menunjukkan aksinya dalam acara tersebut.

Selamat Idulfitri 2024

“WJNC mengusung konsep karnaval jalanan (art on the street) dengan mengambil tema pewayangan. Kemudian, konsep WJNC ini berubah menjadi street art dengan tetap mengusung unsur utama, Tugu Yogyakarta, kendaraan hias, wayang, dan diselenggarakan pada malam hari,” paparnya belum lama ini.

Baca juga:  Ditinggal Mudik Lebaran, Pastikan Rumah Dalam Kondisi Aman

Ia menuturkan, WJNC #7 pada tahun ini dengan rute sepanjang 1,2 kilometer dengan menyusuri Jalan Jend. Sudirman – Tugu Yogyakarta – Jalan Margoutomo. Meski demikian, pada karnaval itu tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

Di samping itu, lanjutnya, ulang tahun Kota Yogyakarta ke-266 ini mengusung tema ‘Lokananta Arjuna Anugraha’. “Lokananta itu seperangkat gamelan dari Suralaya, istana dewa di kahyangan. Dalam cerita pewayangan, gamelan Lokananta hanya ditabuh secara khusus sebanyak dua kali. Yakni saat acara pernikahan Baladewa dengan Erawati dan Pernikahan Arjuna dengan Sembadra,” ungkapnya.

Baca juga:  Operasional TPST Tamanmartani belum Maksimal

Selain itu, menurutnya, tema ini diambil sebagai wujud rasa syukur bersama masyarakat Kota Yogyakarta yang telah berhasil melewati masa pandemi Covid-19. Juga sebagai bentuk dukungan terhadap gamelan yang ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda oleh UNESCO.

Pihaknya berharap, WJNC #7 ini dapat menjadi wadah bagi seniman-seniman lokal untuk berekspresi pada acara berskala nasional dan menghidupkan ekonomi di sekitar Kawasan Tugu Yogyakarta. Selain itu, WJNC diharapkan agar selalu menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.(adv-hms/ziz)