Belajar PPKn dengan Jamboard Berbasis PJBL

Oleh: Ilham Achmad, S.Pd.
Guru PPKn SMA N 3 Luwu, Sulawesi Selatan

GOOGLE Jamboard adalah salah satu aplikasi milik google yang merupakan papan tulis digital. Seperti halnya whiteboard konvensional, jamboard dapat digunakan sebagai sarana untuk menulis materi saat pembelajaran, dapat juga untuk menambahkan gambar dan informasi lainnya. Papan jamboard juga dapat digunakan untuk interaktif dan siswa berkolaborasi selama pembelajaran daring dengan tatap maya antara guru dan siswa.

Selamat Idulfitri 2024

Pemanfaatan media google jamboard dalam pembelajaran jarak jauh pada mata pelajaran Matematika membuat pertemuan dalam jaringan menjadi lebih efektif. Peserta didik dapat berdiskusi dan berkolaborasi dengan saling menampilkan hasil pemahaman mereka saat mengerjakan tugas, ataupun saat pengajar memberikan contoh-contoh penyelesaian soal-soal (Batubara 2020).

Begitu pula pendidik sebagai fasilitator. Jika dirasa perlu memberikan konfirmasi hasil diskusi, peserta didik pun dapat menampilkan tulisan tangan saat pembelajaran daring berlangsung. Model dan media google jamboard dapat dimanfaatkan dalam mempelajari mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Pembelajaran PPKn berbasis Project Based Learning (PJBL) dengan menerapkan mind mapping pada aplikasi jamboard di google classroom materi bentuk dan kedaulatan NKRI.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Metode mind mapping sangat membantu proses pembelajaran untuk mata pelajaran PPkn. Contohnya, dalam penjelasan perumusan dan pengesahan UUD NKRI tahun 1945. Dalam materi ini, siswa dapat membuat mind mapping untuk setiap sidang yang dilaksanakan pada saat perumusan UUD NKRI. Hal ini pun menambah daya tarik siswa dalam belajar, apalagi mind mapping. Hal itu berpengaruh pada meningkatnya hasil belajar siswa.

Adapun Langkah best practice yang dapat dilakukan di antaranya untuk pembelajaran PPKn, dengan membuat video pembelajaran dan bisa diakses siswa melalui akun YouTube. Tak hanya sampai di situ, jika hanya menyajikan video pembelajaran tanpa ada media pembelajaran yang berpusat pada siswa, maka perlu membuat beberapa alternatif.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Alternatif yang pertama adalah, mengajak siswa belajar menggunakan virtual meeting dengan Google Meet. Di sana kegiatan interaktif menyapa siswa dan menanyakan perasaan mereka mengikuti pembelajaran daring hari itu.

Langkah selanjutnya, bagaimana siswa mempelajari dan apa yang akan mereka lakukan hari itu. Selanjutnya tampilan video pembelajaran melalui akun YouTube dapat diakses siswa dan siswa menuliskan hal-hal yang telah dipahami siswa melalui sticky note di Jamboard.

Setelah selesai, siswa membacakan apa yang telah mereka tulis dan menanyakan perasaan mereka mengikuti pelajaran hari itu. Pembelajaran ditutup dengan refleksi dan siswa-siswa menyampaikan bahwa mereka menyukai pembelajaran yang interaktif.

Pada pertemuan kedua, kembali mengajak siswa belajar menggunakan Google Meet. Guru dapat mencoba memberikan ice breaking berupa game yang telah persiapkan sebelumnya di aplikasi Kahoot!. Setelah bermain game, siswa menyimak materi hari itu melalui video pembelajaran yang telah diunggah di akun YouTube. Sepanjang pembelajaran berlangsung, siswa diminta banyak yang bertanya tentang hal-hal yang belum dipahami siswa. Kegiatan selanjutnya, membagikan link Padlet dan meminta siswa menuliskan materi yang telah dipelajari dan dipahami siswa.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Di aplikasi Padlet ini, siswa tidak hanya bisa menulis dalam bentuk narasi, tetapi juga bisa menyertakan voice note, video, gambar dan link. Siswa diminta secara bergantian mempresentasikannya hasil kreativitas mereka di Padlet. Di akhir pembelajaran, siswa-siswi memberikan refleksi pembelajaran. Mereka menceritakan perasaan mereka belajar hari itu dan menyampaikan hal baru yang mereka pelajari. Jika hal ini dapat dikembangkan, maka dapat mendukung proses pembelajaran bermakna PPKn di kelas. (*)