Mahir Penjumlahan Berdasarkan Nilai Tempat dengan Kantong Bilangan

Oleh: Farida Prasetyani, S.Pd
Guru SD Negeri Ngepanrejo, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang

PENJUMLAHAN berdasarkan nilai tempat merupakan salah satu materi di kelas 3 pada muatan pelajaran matematika. Matematika merupakan alat untuk  memberikan cara berpikir, menyusun pemikiran yang jelas, tepat, dan teliti. Hudojo (2005) menyatakan, matematika sebagai suatu obyek abstrak, tentu saja sangat sulit dapat dicerna anak-anak Sekolah Dasar (SD) yang mereka oleh Piaget, diklasifikasikan masih dalam tahap operasi konkret. Siswa SD belum mampu untuk berpikir formal maka dalam pembelajaran matematika sangat diharapkan bagi para pendidik mengaitkan proses belajar mengajar di SD dengan benda konkret. Hal ini pula yang terjadi di kelas 3 SD Negeri Ngepanrejo Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang yaitu mayoritas siswanya kesulitan memahami materi penjumlahan berdasarkan nilai tempat. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan sehingga guru harus berusaha menciptakan inovasi media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak dan juga materi yang sedang dipelajarai. Sehingga guru berpikir untuk menciptakan suatu inovasi pembelajaran yakni dengan menggunakan media kantong bilangan.

Media pembelajaran kantong bilangan merupakan suatu alat sederhana yang ditujukan untuk mempermudah siswa dalam memahami materi operasi hitung dalam matematika. Media ini berbentuk segi empat dengan empat kotak yang menempel atau disebut dengan kantong bilangan. Kantong bilangan tersebut berfungsi sebagai penentu nilai suatu bilangan, yaitu satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan. Dengan adanya pengelompokan nilai suatu bilangan, maka akan memudahkan siswa untuk melakukan operasi hitung baik penjumlahan maupun pengurangan. Sedotan pada media ini digunakan sebagai penentu jumlah suatu bilangan. Apabila satu sedotan diletakkan pada kantong yang bernilai tempat ribuan, maka nilai satu sedotan tersebut adalah seribu. Begitu juga bila sedotan tersebut diletakkan pada kantong nilai tempat ratusan maka satu sedotan tersebut bernilai seratus dan seterusnya. Media pembelajaran kantong bilangan atau bisa disebut juga kantong ajaib ini dapat membantu siswa untuk lebih mudah dalam melakukan operasi hitung. Karena pada usia anak SD masih pada tahap operasional konkret, maka penggunaan media sedotan dan kantong bilangan ini membantu siswa agar tidak hanya belajar secara abstrak. Melainkan ada benda konkret yang digunakan dalam belajar. Hal ini tentunya sangat membantu siswa agar lebih paham materi operasi hitung.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Cara penggunaan media pembelajaran kantong bilangan sangatlah mudah, yaitu hanya dengan memasukkan sedotan sesuai dengan nilai angka yang akan kita hitung kemudian masukkan atau ambil sedotan lagi sesuai dengan nilai angka yang digunakan sebagai angka penambah, atau pengurangnya. Agar lebih jelas lagi, berikut prosedur penggunaan media pembelajaran Sedotan (Drinking Straws) dan Kantong Bilangan dalam pembelajaran: Persiapkan sedotan dan kantong bilangan yang akan digunakan untuk melakukan operasi hitung penjumlahan. Letakkan sedotan sesuai dengan nilai tempatnya, misalnya 1312 berarti 2 sedotan berada pada kantong satuan, 4 sedotan berada pada kantong puluhan, 3 sedotan berada pada kantong ratusan, dan 1 sedotan berada pada kantong ribuan. Lakukan operasi hitung (penjumlahan, pengurangan, perkalian ataupun pembagian) dengan menambahkan sedotan ataupun mengurangi sedotan yang ada dalam kantong sesuai dengan angka penjumlah atau pengurangnya. Sedotan yang masih ada dalam kantong merupakan hasil operasi hitung yang dilakukan. Hitung jumlah sedotan yang masih ada dalam kantong bilangan sesuai dengan nilai tempatnya. Jika dalam satu kantong terdapat lebih dari sepuluh sedotan, maka ambil sepuluh sedotan pada kantong tersebut, kemudian tambahkan satu sedotan pada kantong nilai yang bernilai tempat lebih besar yang ada di sampingnya.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Kelebihan penggunaan kantong bilangan menurut Martianti Narore dalam Siti Zulaichah 2014 yaitu menkonkretkan konsep yang dipelajari. Kantong bilangan merupakan media 3 dimensi yang memberikan gambaran proses konkret dalam pembelajaran, gambaran nyata ini diperoleh dari pengoperasian yang dilakukan menggunakan kantong-kantong dan sedotan yang dijadikan bentuk konkret dari simbol matematika. Berdasarkan hal tersebut diharapkan anak akan lebih mudah dalam memahami konsep. Media kantong bilangan dibuat berdasarkan keefektifan media, salah satunya yaitu media kantong bilangan dibuat berdasarkan konsep nyata pengoperasian penjumlahan. Sedangkan Kelemahan media pembelajaran Kantong Bilangan yaitu tidak bisa digunakan dalam pembelajaran operasi hitung yang melibatkan bilangan negatif maupun desimal.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Melalui penggunaan media kantong bilangan membuat siswa kelas 3 SD Negeri Ngepanrejo Kec. Bandongan Kab. Magelang lebih antusias saat mengikuti pembelajaran matematika. Siswa juga menjadi lebih mudah memahami konsep penjumlahan. Selain itu guru juga merasa terbantu karena penggunaan media kantong bilangan dapat memudahkan guru dalam menyampaikan materi serta membuat pembelajaran lebih interaktif sehingga hasil belajar matematika siswa kelas 3 meningkat. (*)