Penguatan Pendidikan Karakter melalui P5

Oleh: Sari Dwi Suryani, S.Pd.SD.
Guru SDN 1 Majalengka, Kec. Bawang, Kab. Banjarnegara

PANDEMI Covid-19 rupanya bukan penyebab utama terjadinya learning loss. Jika berkaca pada akar permasalahan, learning loss lebih disebabkan oleh cara dalam melakukan bimbingan kepada siswa, walaupun memang diperparah kondisinya oleh pandemi. Apa yang disampaikan oleh tenaga pendidik pada anak lebih kepada menuntaskan tanggung jawab terhadap materi kurikulum yang harus disampaikan, tanpa fokus kepada kompetensi peserta didik. Kesadaran ini membawa diskursus dalam banyak kesempatan dan muaranya revitalisasi character building.

Selamat Idulfitri 2024

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah proyek yang akan menemukan jawaban atas pertanyaan mengenai peserta didik dengan kompetensi seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan Indonesia. Proyek tersebut dilakukan dengan menanamkan karakter pada pribadi peserta didik berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Kompetensi P5 memperhatikan beberapa faktor yang dapat memberikan pengaruh, baik faktor internal atau faktor eksternal. Adapun contoh faktor internal yang diperhatikan adalah ideologi, sementara contoh dari faktor eksternal adalah tantangan di era digital.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Visi Pendidikan Indonesia adalah mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila. Sementara Profil Pelajar Pancasila mendukung visi tersebut dengan menjadikan Pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.

Berikut beberapa prinsip P5: 1) Holistik. Adalah prinsip yang memandang segala sesuatu secara keseluruhan atau terpisah-pisah. Kerangka berpikir holistik yang ditanamkan dalam P5 akan mendorong peserta didik untuk mempelajari tema dan materi secara keseluruhan dan memahami persoalan secara mendalam; 2) Kontekstual. Kontekstual adalah prinsip yang berkaitan dengan upaya mendasarkan kegiatan pembelajaran pada pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari; 3) Berpusat Pada Peserta Didik. Dengan prinsip ini, diharapkan pendidik dapat mengurangi peran sebagai aktor utama dalam kegiatan belajar mengajar. P5 memberikan banyak kesempatan bagi peserta didik untuk bereksplorasi dari dorongan diri sendiri sesuai kondisi dan kemampuannya; 4) Eksploratif. Prinsip eksploratif adalah prinsip yang berkaitan dengan semangat untuk membuka ruang bagi proses pengembangan diri dan inkuiri, baik terstruktur ataupun bebas.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Manfaat P5 adalah untuk memberikan ruang bagi seluruh anggota satuan pendidikan untuk dapat mempraktikkan profil pelajar Pancasila. P5 memiliki manfaat yang berbeda-beda bagi setiap pihak, antara lain: 1) Manfaat bagi Satuan Pendidikan. Menjadikan satuan pendidikan sebagai sebuah ekosistem yang terbuka untuk partisipasi dan keterlibatan masyarakat; 2) Manfaat bagi Pendidik. Memberi ruang dan waktu untuk peserta didik mengembangkan kompetensi dan memperkuat karakter dan profil pelajar Pancasila. Merencanakan proses pembelajaran proyek profil dengan tujuan akhir yang jelas. Mengembangkan kompetensi sebagai pendidik yang terbuka untuk berkolaborasi dengan pendidik dari mata pelajaran lain untuk memperkaya hasil pembelajaran; 3) Manfaat bagi Peserta Didik. Memberi ruang dan waktu untuk peserta didik mengembangkan kompetensi dan memperkuat karakter dan profil pelajar Pancasila.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Karakter yang harus diajarkan ke siswa dapat disisipkan dalam setiap aktivitas pembelajaran di sekolah. Melalui kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter di lingkungan sekolah ini, diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi insan yang memiliki kecerdasan intelektual dan cara bersikap yang prima. (*)