Optimalisasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Cerdas Berkarakter

Oleh: Ardianah, S.Pd.
Guru PPKn SMPN 1 Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan

MEMBENTUK warga negara yang baik merupakan tanggung jawab semua guru yang berada pada setiap jenjang pendidikan seperti yang diamanatkan dalam UU No. 20 Tahun 2003. Secara khusus untuk menciptakan generasi muda yang baik dibebankan kepada guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sesuai tujuan dari Pendidikan Kewarganegaraan secara global, maka guru PPKn harus mampu menciptakan generasi muda Indonesia yang cerdas dan baik yang selalu berpegang teguh pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Misi PPKn bahwa untuk menumbuhkan wawasan serta pengetahuan dalam hal nilai-nilai budaya Indonesia yang luhur serta berwawasan nusantara (Sumarsono, 2005). Pembelajaran PPKn memfasilitasi siswa untuk mengembangkan keterampilan, pengetahuan, serta wawasan kebangsaan. Pelajaran PPKn akan membentuk karakter siswa secara menyeluruh dari segi agama, sosial, kultural, bahasa, usia supaya menjadi warganegara yang berkarakter.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Membangun generasi muda yang cerdas dan berkarakter bukanlah perkara mudah, karena membentuk pola pikir kreatif dan maju yang selalu dibarengi dengan karakter-karakter baik sangat sulit untuk dilaksanakan. Permasalahan yang paling berat adalah peran guru untuk menjadi teladan dalam mewujudkan nilai-nilai karakter secara khusus sesuai dengan nilai karakter mata pelajaran dan nilai-nilai karakter umum di sekolah.

Upaya membangun generasi muda yang cerdas dan berkarakter dilakukan dengan: 1) membentuk kemampuan berpikir kritis siswa melalui kegiatan pembelajaran di kelas; 2) mengembangkan kapasitas individu menjadi warga negara yang baik, yaitu individu yang sadar akan hak dan kewajibannya; dan 3) mewujudkan perilaku berkarakter dalam kehidupan di lingkungan sekolah. Untuk membuat pembelajaran lebih bermakna, guru selalu melakukan perbaikan-perbaikan proses pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk memberikan variasi proses untuk menjaga minat dan motivasi siswa dalam belajar baik di kelas maupun di luar kelas. Kiat yang dapat dilakukan adalah menggunakan strategi pembelajaran yang bervariasi.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Proses pembelajaran ialah proses belajar mengajar (PBM) atau proses komunikasi dan kerja sama guru dan siswa dalam mencapai sasaran dan tujuan pendidikan dan pengajaran. Pembelajaran juga merupakan proses pengembangan sikap dan kepribadian siswa melalui berbagai tahap dan pengalaman.

Proses pembelajaran ini berlangsung melalui berbagai metode dan multimedia sebagai cara dan alat menjelaskan, menganalisis, menyimpulkan, mengembangkan, menilai dan menguasai (memakai, mengamalkan/aplikasi) pokok bahasan (tema) sebagai perwujudan pencapaian sasaran (tujuan). Oleh karena itu, dalam membangun generasi yang cerdas dan berkarakter sangat membutuhkan peran serta guru yang senantiasa aktif dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam setiap proses pembelajaran yang berlangsung, baik melalui pemilihan strategi yang tepat, maupun menjadi pendidik dan pengajar yang dapat membelajarkan siswa di lingkungan sekolah.

Masa depan bangsa adalah milik generasi muda. Karena itu, suatu bangsa akan menjadi maju apabila ada kesungguhan generasi tua menyiapkan generasi muda yang lebih cerdas dan lebih berkarakter dari generasi sebelumnya. Kesatuan dan persatuan tidak akan memberikan manfaat apabila tidak diselenggarakan dengan cerdas dan bijaksana.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang dibuat. Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan untuk mengembangkan potensi generasi muda untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia, dan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau berkarakter, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan karakter yang bernafas nilai-nilai luhur bangsa serta agama. (*)