Komik Strip Lebih Menyenangkan untuk Pembelajaran Matematika

Oleh: Siti Sofiati, S.Pd.SD.
Guru SDN 2 Bugo, Kec. Welahan, Kab. Jepara

KURANGNYA ketertarikan peserta didik pada pembelajaran matematika karena peserta didik menganggap pembelajaran matematika sulit. Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan media pembelajaran komik strip untuk memberikan inovasi terbaru dalam pembelajaran matematika. Media pembelajaran ini dikembangkan dari komik yang mempunyai alur disesuaikan dengan materi agar bisa menjadi alternatif media pembelajaran yang inovatif dan tentunya melalui tahap pengujian terlebih dahulu.

Berbagai upaya dilakukan dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas demi mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Salah satunya dengan memanfaatkan sarana dan prasarana pendidikan yang dapat mendukung perkuliahan. Kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong berbagai upaya untuk memanfaatkan hasil-hasil teknologi. Dengan hasil teknologi, dapat mendorong pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih mudah dan berkualitas

Dalam pembelajaran matematika, guru dapat menggunakan media pembelajaran untuk membuat peserta didik memperhatikan guru dan pembelajaran, serta dapat menambah pengetahuan dan kreativitas dalam penggunaan media tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan media komik strip. Diharapkan media ini mampu menjadi inspirasi dan inovasi terbaru untuk mengembangkan media pembelajaran untuk kelangsungan pembelajaran di kelas yang aktif dan kreatif.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Kelebihan komik sebagai media pembelajaran, yakni komik mengandung unsur visual dan cerita yang kuat. Ekspresi yang divisualisasikan membuat pembaca terlibat secara emosional sehingga membuat pembaca untuk terus membacanya hingga selesai. Komik adalah urutan gambar-gambar yang ditata sesuai tujuan dan filosofi pembuatannya, sehingga pesan cerita tersampaikan. Komik cenderung diberi lettering yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan. Untuk membuat komik, secara garis besar terbagi menjadi 3 teknik yaitu teknik tradisional, teknik hybrid, dan teknik digital.

Komik bisa dikatakan sebagai media pembelajaran apabila isi cerita komiknya memenuhi unsur-unsur pembelajaran, sehingga tidak hanya memiliki aspek menghibur. Komik pembelajaran juga harus bisa memenuhi tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran dari setiap materi yang diceritakan dalam isinya, yaitu memuat materi pembelajaran sesuai dari pokok bahasan materi yang akan disampaikan. Komik sebagai media pembelajaran yang edukatif, mempunyai sifat yang sederhana, jelas, mudah dan bersifat personal. Komik merupakan suatu kartun yang mengungkapkan sebuah karakter dan memerankan cerita dalam urutan yang erat, dihubungkan dengan gambar dan dirancang untuk memberikan hiburan kepada para pembaca.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Peranan pokok komik dalam instruksional adalah kemampuannya dalam menciptakan minat peserta didik. Berdasarkan beberapa definisi tentang komik sebagai media pembelajaran, dapat disimpulkan bahwa komik strip merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan dalam memahami suatu materi pelajaran. Dengan demikian, komik tidak hanya dapat meningkatkan minat baca peserta didik, tapi juga dapat memotivasi peserta didik terhadap materi pembelajaran yang diajarkan, dengan harapan akan memberikan dampak yang positif terhadap hasil belajar. Dengan belajar sambil membaca komik, peserta didik tidak merasa bosan untuk mengikuti pembelajaran dari guru.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Media pembelajaran komik strip merupakan media pembelajaran komik dengan alur yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan, gambar yang menarik serta menggunakan bahasa yang mudah dipahami peserta didik. Dengan belajar sambil membaca komik, peserta didik tidak merasa bosan untuk mengikuti pembelajaran dari guru. Media pembelajaran komik strip merupakan media pembelajaran komik dengan alur yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan, gambar yang menarik serta menggunakan bahasa yang mudah dipahami peserta didik. (*)