ABK Menentukan Cita-cita Kemampuan atau Keinginan

Oleh: Yuli Arum Ningsih, S.Pd., M.Pd.
Guru BK SMAN 3 Demak, Kabupaten Demak

CITA-cita menurut definisinya adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Tidak ada orang hidup jika tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup. Cita-cita adalah perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada di dalam hati. Cita-cita merupakan bagian atau salah satu dari unsur dari pandangan hidup manusia, yaitu sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Sesuatu dapat disebut dengan cita-cita apabila telah terjadi usaha untuk mewujudkan sesuatu yang dianggap cita-cita itu.

Selamat Idulfitri 2024

Setiap manusia mempunyai cita-cita yang mungkin sudah direncanakan dari kecil, dan hal yang menentukan dari cita-cita salah satunya adalah diri sendiri. Diri sendiri ini yang maknanya luas, dalam arti bagaimana kondisi dalam rangka menghadapi cita-cita, seberapa tinggi cita-cita seseorang. Hal inilah yang menjadi pokok dalam meraih cita-cita.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Sebagai Guru Bimbingan Konseling (BK), merupakan salah satu yang berperan di sekolah guna membimbing murid untuk menuju karier yang sesuai dengan cita-cita yang disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki. Minimal memberikan bimbingan untuk melanjutkan ke sekolah lanjut yang sesuai dengan cita-cita. Mungkin bila murid kondisi normal lebih mudah untuk diajak konsultasi, tetapi bagaimana bila memiliki murid anak berkebutuhan khusus (ABK)? Sedangkan hak sebagai murid sama untuk mendapat bimbingan.

Murid ABK juga mempunyai cita-cita, tugas Guru BK adalah menggali kemampuan dan keinginan dari semua peserta didik, bagaimana bila ada Murid yang ABK?. Seperti yang ada dikondisi SMAN 3 Demak, setiap tahun mempunyai ABK. ABK butuh untuk diakui keberadaannya. Lulusan tahun 2021 ada 1 ABK yang bisa melanjutkan ke Universitas Sebelas Maret (UNS) Jurusan Bahasa Inggris. Memang penuh perjuangan dalam pembelajaran masa SMA bagi ABK, terutama dalam hal pemahaman dan persepsi yang diharuskan sama untuk keberhasilan ABK. Di samping itu, perlunya kerja sama yang baik antar sekolah dan orang tua untuk mewujudkan cita-cita ABK, di sini peran orang tua sangat besar.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Cerita proses dari ABK bisa melanjutkan ke UNS begitu penuh perjuangan, kemampuan ABK dibidang bahasa Inggris sangat tinggi bila dibandingkan dengan murid yang normal. Selaku Guru BK, bila masuk ke Jurusan Bahasa Inggris akan mampu mengikuti, tetapi dari pihak ABK dan orang tua menginginkan Jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) dengan alasan berdasarkan kekurangan yang dimiliki ABK apabila di Jurusan PLB dan ke depan untuk dunia kerja paling tidak akan mempunyai teman yang sama-sama ABK, sehingga merasa senasib dengan anaknya. Awal mula diterima di Jurusan Bahasa Inggris UNS, selang 1 semester dengan proses melalui tes akhirnya bisa masuk Jurusan PLB UNS sesuai dengan keinginan ABK dan orang tua.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Ternyata berdasarkan pengalaman penanganan ABK untuk meraih cita-cita, perlu memperhatikan keinginan ABK yang paling besar, sedang kemampuan ABK menyesuaikan dengan berbagai aspek seperti peran orang tua, ke depannya bagaimana, keadaan ABK, dan potensi yang dimiliki. Alhamdulilah tahun pelajaran 2022/2023 SMAN 3 Demak mempunyai 1 ABK, semoga berdasarkan pengalaman yang lalu terkait dengan penanganan ABK, akan bisa lebih baik dalam hal menangani, melayani sehingga ABK akan memperoleh hak yang bisa digunakan untuk masa depan ABK. Dengan adanya kerja sama yang baik antara berbagai pihak, maka ABK akan memperoleh masa depan yang sesuai dengan keinginannya. (*)