Menguraikan dan Menyusun Bilangan Mudah dengan PMR

Oleh: Ana Listiana
Guru Kelas SD Negeri Kunir 1, Kecamatan Dempet Kabupaten Demak

MENGURAIKAN dan menyusun bilangan merupakan salah satu materi matematika di kelas 1 sekolah dasar. Karakteristik siswa sekolah dasar yang umumnya berusia antara 7-12 tahun yaitu mulai memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dengan cara menyelidiki, mencoba, dan bereksperimen mengenai suatu hal yang dianggap menarik bagi dirinya, serta siswa sudah mampu memahami cara mengkombinasikan beberapa golongan benda yang bervariasi tingkatannya, selain itu siswa sudah mampu berpikir sistematis mengenai benda-benda dan peristiwa yang konkret. Anak-anak usia sekolah dasar, memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak-anak yang usianya lebih muda. Mereka senang bermain, senang bergerak, senang bekerja dalam kelompok, dan senang merasakan atau melakukan sesuatu secara langsung. Oleh karena itu, guru hendaknya mengembangkan pembelajaran yang mengandung unsur permainan, mengusahakan siswa berpindah atau bergerak, bekerja atau belajar dalam kelompok, serta memberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam pembelajaran.

Selamat Idulfitri 2024

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan kepada semua siswa mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif serta kemampuan bekerjasama (Rahayu, 2008).

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Hasil pembelajaran Matematika di kelas 1 SD Negeri Kunir 1 Kec. Dempet Kab. Demak menunjukkan hasil yang masih kurang dari kriteria ketuntasan yang ditetapkan. Nilai yang baik hanya diperoleh siswa yang pandai saja dan memperhatikan penjelasan guru secara seksama, sedangkan siswa yang kurang pandai meraka kurang bisa memahami penjelasan guru secara langsung. Maka peran guru hendaknya memberikan pembelajaran yang bersifat nyata dan menggunakan media yang nyata/konkret. Solusi untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran tersebut guru melakukan perbaikan dengan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai, yaitu dengan menggunakan PMR.

PMR merupakan akronim dari Metode Pembelajaran Matematika Realistik. Pembelajaran matematika realistik atau Realistic Mathematics Education (RME) adalah sebuah pendekatan pembelajaran matematika yang dikembangkan Freudenthal di Belanda. (Gravemeijer, 1994) dimana menjelaskan bahwa yang dapat digolongkan sebagai aktivitas tersebut meliputi aktivitas pemecahan masalah, mencari masalah dan mengorganisasi pokok persoalan. Matematika realistik yang dimaksudkan dalam hal ini adalah matematika sekolah yang dilaksanakan dengan menemapatkan realitas dan pengalaman siswa sebagai titik awal pembelajaran. Masalah-masalah realistik digunakan sebagai sumber munculnya konsep-konsep matematika atau pengetahuan matematika formal. Karakteristik matematika realistik menggunakan konteks dunia nyata, model-model, produksi dan kontruksi siswa, interaktif dan keterkaitan. Pembelajaran matematika realistik diawali dengan masalah-masalah yang nyata, sehingga siswa dapat menggunakan pengalaman sebelumnya secara langsung. Dengan pembelajaran matematika realistik siswa dapat mengembangkan konsep yang lebih komplit. Kemudian siswa juga dapat mengaplikasikan konsep-konsep matematika ke bidang baru dan dunia nyata.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Realistic Mathematics Education (RME) merupakan suatu pendekatan baru dalam bidang pendidikan matematika. Pendekatan ini sudah lama diujicobakan dan diimplementasikan di Belanda. Di Indonesia istilah ini dikenal dengan nama Pembelajaran Realistik Matematik (PMR). Menurut (Soedjadi, 2001) PMR pada dasarnya adalah pemanfaatan realita dan lingkungan yang dipahami siswa untuk memperlancar proses pembelajaran matematika sehingga mencapai tujuan pendidikan matematika secara lebih baik daripada masa lalu.

Peningkatan pembelajaran Matematika dengan menggunakan metode Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam memahami mater. Metode ini memicu siswa untuk belajar nyata dengan mengalaminya sendiri dan siswa berupaya mandiri dalam menemukan konsepnya, guru bertindak sebagai fasilitator dalam melaksanakan pembelajaran. Dengan metode pembelajaran matematika realistik (PMR) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. hal ini ditunjukkan dengan peningkatan nilai secara signifikan di kelas 1 SD Negeri Kunir 1 Kecamatan Dempet Kabupaten Demak. (*)