Optimalkan Keaktifan Belajar Siswa melalui CO-OP CO-OP

Oleh: Puji Astuti, S.Pd.SD.
Guru SDN 03 Bulu, Kec. Petarukan, Kab. Pemalang

SALAH satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan dalam proses pembelajaran adalah peran guru. Dalam pencapaian keberhasilan belajar, seorang guru hendaknya memiliki pandangan, wawasan yang luas tentang kemampuan mengajar. Salah satu kemampuan yang harus dikuasai guru adalah kemampuan menggunakan metode dan pendekatan yang tepat dalam pembelajaran. Guru harus mampu memilih dari sekian banyak model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Inilah tantangan bagi guru untuk menghilangkan asumsi atau image mengajar monoton, agar peserta didik antusias dan aktif dalam proses kegiatan pembelajaran.

Selamat Idulfitri 2024

Keaktifan belajar siswa merupakan salah satu unsur dasar yang penting bagi keberhasilan proses pembelajaran. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan aktif berarti giat dalam bekerja atau berusaha. Keaktifan adalah kegiatan yang bersifat fisik maupun mental, yaitu berbuat dan berpikir sebagai suatu rangkaian yang tidak bisa dipisahkan.(Sardiman, 2001:98). Sedangkan Nana Sudjana (2004:61) menyatakan keaktifan siswa dapat dilihat dalam hal: 1) turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya; 2) terlibat dalam pemecahan masalah; 3) bertanya kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya; 4) berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah; 5) melaksanakan diskusi kelompok sesuai dengan petunjuk guru.

Namun kenyataannya, pembelajaran di kelas 6 SDN 3 Bulu, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) pada materi Proses Perumusan Pancasila masih dijumpai guru masih mempergunakan cara lama atau konvensional. Guru hanya mentransfer ilmu dengan metode ceramah dan tanya jawab saja. Akibat yang terlihat dari cara mengajar tersebut yaitu siswa menjadi pasif dalam kegiatan pembelajaran.

Kurang terciptanya suasana belajar yang kurang kondusif tersebut menyebabkan hasil belajar siswa tidak mencapai kriteria ketuntasan yang diharapkan. Untuk itu, perlu adanya metode pembelajaran yang mampu mengaktifkan siswa, sehingga siswa lebih aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

Pembelajaran yang dimaksud adalah pembelajaran kooperatif. Kooperatif merupakan cara belajar berkelompok yang bervariasi dari segi kemampuan dan kompetensi yang memiliki tujuan bersama untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dengan menyampaikan ide, gagasan dan membantu teman lain yang belum memahami. Di mana tujuan pembelajaran dengan model kooperatif ini dapat membuat siswa dapat menerima individu lain dalam kehidupan bermasyarakat menerima perbedaan setiap individu dalam tujuan pencapaian hasil belajar (Intan et al,2014).

Model pembelajaran kooperatif tipe Co-Op Co-Op adalah model pembelajaran dengan membagi siswa menjadi beberapa kelompok, kemudian siswa saling bertukar pemahaman baru yang dikuasai pada masing-masing anggota kelompok, Siswa merencanakan dengan berdiskusi bagaimana dan dengan cara apa mempelajari bahan yang akan didiskusikannya kepada anggota kelompok lainnya, Bekerja dalam sebuah tim yang memiliki tujuan yang sama (Jundu, Tuwa & Seliman, 2020).

Langkah-langkah pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Co-Op Co-Op yaitu diskusi kelas, seleksi dan pembentukan kelompok, menyeleksi topik pembelajaran, menyeleksi mini topik, presentasi mini topik persiapan presentasi dari kelompok, presentasi kelompok evaluasi. Pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe Co-Op Co-Op bukan lagi berpusat pada guru. Di sini guru hanya sebagai motivator dan fasilitator dalam pembelajaran.

Kelebihan pembelajaran kooperatif tipe Co-Op Co-Op antara lain: 1) melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan; 2) berpikir dan bertindak kreatif; 3) memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis; 4) mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan; 5) menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan; 6) merangsang perkembangan kemajuan berpikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.

Berdasarkan pengalaman di atas, dapat penulis simpulkan dengan menggunakan model pembelajaran Co-Op Co-Op siswa lebih antusias turut aktif dalam kegiatan pembelajaran. Dengan anak yang antusias dan aktif dalam kegiatan pembelajaran, semakin optimal pula hasil belajar PPKN siswa kelas 6 SDN 03 Bulu. (*)