Penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Oleh:  Afry Pusvita Dewi, S.Pd.
Guru SDN Ngelowetan, Kec. Mijen, Kab. Demak

HARI Kesaktian Pancasila diperingati oleh bangsa Indonesia setiap tanggal 1 Oktober. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak lepas dari G30S yang terjadi pada tanggal 30 September 1965. Kita telah mengetahui bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila merupakan pengingat akan jasa pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S, serta sebagai pengingat perjalanan bangsa Indonesia dalam mempertahankan ideologi negara.

Selamat Idulfitri 2024

Seiring dengan pembaharuan kurikulum yang telah dilaksanakan dalam dunia pendidikan saat ini, yaitu Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka yang telah dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Berdasarkan Keputusan Kemendikbudristek No.56/M/2022 tentang proyek penguatan profil pelajar Pancasila, kegiatan kokurikuler berbasis proyek dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Profil pelajar Pancasila dirancang untuk menjawab satu pertanyaan besar di dunia pendidikan, yakni peserta didik dengan profil (kompetensi) seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan Indonesia. Proyek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan.

Dengan demikian, refleksi dari profil pelajar Pancasila memiliki rumusan kompetensi yang melengkapi fokus di dalam pencapaian Standar Kompetensi Lulusan di setiap jenjang satuan pendidikan dalam hal penanaman karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Tentunya pada peringatan hari kesaktian Pancasila dapat memberikan sinergi terhadap berhasilnya proyek penguatan profil pelajar Pancasila dalam pembelajaran. Kompetensi profil pelajar Pancasila harus memperhatikan faktor internal yang berkaitan dengan jati diri, ideologi, dan cita-cita bangsa Indonesia. Selain itu, faktor eksternal yang berkaitan dengan konteks kehidupan dan tantangan bagi bangsa Indonesia di Abad ke-21 yang sedang menghadapi masa revolusi industri 4.0.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Pelajar Pancasila diharapkan memiliki kompetensi untuk menjadi warga negara yang demokratis serta menjadi manusia unggul dan produktif di Abad ke-21. Pelajar Indonesia diharapkan dapat berpartisipasi dalam pembangunan global yang berkelanjutan serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan. Selain itu, Pelajar Pancasila wajib memiliki kompetensi untuk menjadi warga negara yang demokratis serta menjadi manusia unggul dan produktif di Abad ke-21. Ada enam karakter yang wajib dikembangkan dalam proyek penguatan profil pelajar Pancasila yakni beriman, bertakwa kepada tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong-royong, mandiri, bernalar kritis serta kreatif.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, peringatan Hari Kesaktian Pancasila adalah salah satu bentuk mengenang sejarah dalam mempertahankan ideologi bangsa Indonesia. Pancasila sebagai cita-cita serta tujuan bangsa Indonesia memiliki arti menjadikan Pancasila sebagai patokan atau landasan yang bisa menjadi pemersatu bangsa Indonesia. Penguatan proyek profil pelajar Pancasila diharapkan dapat menjadi sarana yang optimal dalam mendorong peserta didik menjadi pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter Pancasila, dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Tentunya kesinambungan antara peringatan hari kesaktian Pancasila melalui penguatan profil pelajar Pancasila dapat menjadi sebuah gagasan estafet dari masa ke masa. Hal ini dilatarbelakangi oleh keresahan banyak pihak terkait dengan kondisi kebangsaan manusia Indonesia. Hal ini dikarenakan pelajar Pancasila akan menjadi manusia Pancasila dengan mewujudkan cita-cita luhur Pancasila sampai akhir hayat. (*)