Matematika Mudah dan Menyenangkan dengan Aplikasi Geogebra

Oleh: Rian Triastuti
Guru Matematika SMPN 2 Gunungwungkal, Kabupaten Pati

PERKEMBANGAN teknologi yang semakin canggih mengharuskan setiap orang beradaptasi dengan teknologi tersebut. Berbagai sektor mengharuskan untuk menggunakan teknologi terbaru, seperti halnya di dunia pendidikan. Pada ranah pendidikan juga harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Salah satunya dengan adanya pembelajaran abad 21 yang dirancang untuk generasi abad 21 agar mampu mengikuti arus perkembangan teknologi terbaru.

Selamat Idulfitri 2024

Pembelajaran abad 21 merupakan peralihan dari pembelajaran yang semula berpusat pada pendidik menjadi berpusat pada peserta didik. Hal ini sesuai tuntutan dunia masa depan, di mana peserta didik harus memiliki kecakapan berpikir dan belajar, di antaranya kecakapan memecahkan masalah, berpikir kritis, kolaborasi, dan berkomunikasi.

Matematika merupakan salah satu ilmu yang mempunyai peranan penting, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pengembangan ilmu dan teknologi. Besarnya peranan matematika sebagai ilmu dasar, dapat dilihat pada besarnya tuntutan keterampilan matematis yang harus dimiliki terutama dalam menghadapi abad 21.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Hal ini menjadi tantangan bagi pendidik matematika untuk bisa memadukan pengetahuan dengan penggunaan teknologi dalam pembelajaran agar menjadikan matematika lebih menarik, menyenangkan, dan bermakna. Pembelajaran abad 21 mengharuskan pendidik memiliki kemampuan mengajar yang selalu kreatif dan inovatif. Inovasi dalam pembelajaran matematika yang bisa digunakan adalah pendekatan TPACK (Technological Pedagogic Content Knowledge). Pendekatan ini mengintegrasikan perkembangan teknologi dan pedagogik untuk mengembangkan konten-konten dalam dunia pendidikan.

Dalam matematika, penerapan TPACK salah satunya dengan penggunaan aplikasi Geogebra, di mana geogebra merupakan teknologi yang membantu peserta didik memahami dan mempermudah pembelajaran matematika. Geogebra merupakan software matematika dinamis yang menggabungkan geometri, aljabar, dan kalkulus dan dapat digunakan sebagai alat bantu dalam pembelajaran matematika. Software ini dikembangkan oleh Markus Hohenwarter di Universitas Florida Atlantic.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Geogebra dapat digunakan untuk memvisualisasikan konsep-konsep matematis serta sebagai alat bantu untuk mengonstruksi konsep-konsep matematis. Geogebra ini bisa diakses secara online dan gratis dengan mengunjungi situs https://www.geogebra.org, sehingga peserta didik tidak perlu mengunduh aplikasi. Bisa diakses kapan pun dan di mana pun dengan mudah.

Salah satu penggunaan geogebra dalam matematika adalah pada materi transformasi geometri. Aplikasi ini bisa membantu peserta didik untuk mengetahui gambar translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi. Ketika peserta didik mencoba menggambar hasil transformasi sendiri secara manual, mereka bisa mengoreksi jawaban mereka dengan melihat visualisasi di geogebra. Selain itu, geogebra memudahkan peserta didik untuk membuat grafik dari persamaan yang sulit digambarkan secara manual.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Dengan penggunaan aplikasi geogebra, diharapkan dapat menjadikan pembelajaran matematika menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Memotivasi peserta didik untuk melakukan proses belajar individual maupun kelompok serta meningkatkan keterampilan dalam menganalisis suatu permasalahan. Peserta didik akan lebih senang mengikuti pelajaran, karena dapat direkam, disimpan bahkan dicetak hasil pekerjaannya.

Mudahnya aplikasi ini digunakan menjadikan peserta didik lebih bersemangat dalam belajar matematika dan beranggapan bahwa matematika itu mudah, sehingga secara tidak langsung dapat juga meningkatkan hasil belajar mereka. Jadi dengan penggunaan aplikasi geogebra selain meningkatkan pengetahuan juga meningkatkan keterampilan peserta didik dalam bidang teknologi, sehingga menjadikan generasi abad 21 yang melek teknologi. (*)