Meningkatkan Hasil Belajar Materi Aljabar melalui Permainan Menjelaskan

Oleh: Sri Arianti, S.Pd.
Guru Matematika SMPN 7 Pemalang, Kabupaten Pemalang

ALJABAR merupakan suatu ilmu matematika yang mempelajari tentang cara dan metode dalam memanipulasi bilangan dan simbol. Tingkat kemahiran dalam menguasai materi aljabar dapat membantu siswa untuk lebih mudah menguasai ilmu matematika yang lainnya, seperti persamaan dan pertidaksamaan linear, serta fungsi kuadrat. Namun tidak sedikit siswa yang mengalami kesulitan dalam mempelajari materi aljabar. Meskipun banyak siswa yang mengatakan bahwa aljabar adalah materi yang cukup sulit, namun bukan berarti materi aljabar tidak bisa dipelajari dan ditaklukkan.

Materi aljabar dapat dikuasai dengan banyak berlatih mengerjakan soal-soal aljabar. Namun untuk rajin berlatih, siswa kelas VII G SMP Negeri 7 Pemalang Tahun Pelajaran 2022/2023 sangat mengalami kesulitan. Hal ini disebabkan karena kurangnya semangat dalam mempelajari materi aljabar, sehingga hasil belajar materi aljabar yang diperoleh sangat rendah. Hanya sedikit siswa yang memperoleh nilai ulangan di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis berusaha untuk meningkatkan hasil belajar materi aljabar melalui permainan menjelaskan.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Permainan (games) adalah setiap kontes antara pemain yang berinteraksi satu sama lain dengan mengikuti aturan-aturan tertentu untuk mencapai tujuan tertentu pula (Sadiman, 1993:75). Jadi, permainan adalah cara bermain dengan mengikuti aturan-aturan tertentu yang dapat dilakukan secara individu maupun berkelompok guna mencapai tujuan tertentu. Karakteristik suatu permainan dapat dilihat dari segi warna, desain bentuk, dan cara bermainnya. Selain itu permainan mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan permainan antara lain (Sadiman, 2009:78): permainan adalah sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan dan sesuatu yang menghibur, permainan memungkinkan adanya partisipasi aktif dari siswa untuk belajar, permainan dapat memberikan umpan balik langsung, permainan memungkinkan penerapan konsep-konsep ataupun peran-peran ke dalam situasi dan peranan yang sebenarnya di masyarakat, permainan bersifat luwes, permainan dapat dengan mudah dibuat dan diperbanyak. Sedangkan menurut Sadiman (2009:81) permainan juga mempunyai kekurangan, antara lain: karena asyik, atau karena belum mengenai aturan/teknis pelaksanaan, dalam menyimulasikan situasi sosial permainan cenderung terlalu menyederhanakan konteks sosialnya sehingga tidak mustahil siswa justru memperoleh kesan yang salah, kebanyakan permainan hanya melibatkan beberapa orang siswa saja, padahal keterlibatan seluruh siswa/warga belajar amatlah penting agar proses belajar bisa lebih efektif dan efisien.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata menjelaskan adalah menerangkan. Arti lainnya dari menjelaskan adalah menguraikan secara terang. Permainan Menjelaskan adalah permainan yang dilakukan secara kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4 siswa. Ketiga siswa ditutup telinganya. Satu siswa yang lainnya memilih satu soal dalam amplop. Selanjutnya siswa tersebut menjelaskan soal dan cara menjawab soal tersebut kepada satu teman yang dibuka penutup telinganya. Siswa yang sudah mendapat penjelasan kemudian menjelaskan soal dan cara menjawab soal tersebut kepada siswa berikutnya yang dibuka penutup telinganya. Begitu terus sampai pada siswa yang keempat. Siswa yang keempat kemudian menuliskan soal dan cara menjawab soal tersebut di papan tulis tanpa bantuan teman sekelompoknya. Jika benar yang dituliskan di papan tulis, maka kelompok tersebut mendapatkan skor 50 dan tepuk tangan dari teman satu kelas. Namun jika salah, kelompok tersebut hanya mendapatkan tepuk tangan dari teman satu kelas.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Permainan menjelaskan ini dilakukan oleh setiap kelompok secara bergantian setelah mendapatkan satu soal. Kelompok yang berhasil mengumpulkan skor terbanyak, semua anggotanya mendapatkan hadiah dari guru berupa gratis jajan di kantin. Permainan menjelaskan sangat menyenangkan karena setiap kelompok berkeinginan untuk mendapatkan hadiah. Permainan ini menumbuhkan semangat dalam diri setiap siswa untuk mempelajari materi aljabar. Hal ini dibuktikan pada hasil ulangan di pertemuan berikutnya. Nilai ulangan yang diperoleh siswa sangat bagus. Hanya ada 3 siswa yang memiliki nilai di bawah KKM. (*)