Roots Day Deklarasi Cegah Perundungan di Sekolah

Oleh: Afry Pusvita Dewi, S.Pd.
Guru SDN Ngelowetan, Kec. Mijen, Kab. Demak

PERUNDUNGAN atau bullying adalah perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, ataupun sosial di dunia nyata maupun dunia maya yang membuat seseorang merasa tidak nyaman dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok. Sekolah sebagai tempat menimba ilmu, seharusnya tindakan perundungan tidak boleh terjadi dan dialami oleh siapa pun, khususnya bagi peserta didik. Pihak sekolah harus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik.

Perundungan merupakan contoh perilaku buruk. Pihak sekolah wajib membantu pelaku bullying untuk menghentikan perilaku buruknya, apalagi mengucilkan mereka. Selain korban, pelaku juga membutuhkan penanganan supaya tidak melakukan perundungan lagi. Ajarkan pada mereka bersimpati dan berempati pada orang lain. Selain itu, berikan juga pengetahuan bahaya bullying terhadap korban-korban perundungan.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Dampak perundungan bagi korbannya sangat dahsyat. Beberapa contoh dampak bullying antara lain depresi dan gangguan kecemasan, merasa sedih dan kesepian, terjadinya perubahan pada pola tidur dan makan, berkurangnya ketertarikan terhadap aktivitas yang sebelumnya disenangi, masalah kesehatan, hingga menurunnya prestasi akademis. Melalui Roots Day yang merupakan hari deklarasi atau perayaan yang dipimpin oleh peserta didik sebagai agen perubahan dan melibatkan semua elemen sekolah, yaitu siswa, guru, tenaga kependidikan, orang tua, penjaga sekolah serta masyarakat.

Adapun beberapa jenis perundungan yang dapat terjadi meliputi Cyber bullying yang merupakan tindakan yang dilakukan secara sadar untuk merugikan atau menyakiti orang lain. Cyber bullying bisa dilakukan melalui gangguan komputer, jejaring sosial di dunia maya, telepon seluler, dan peralatan elektronik lainnya. Perundungan fisik yaitu tindakan yang mengakibatkan seseorang secara fisik terluka akibat digigit, dipukul, ditendang dan bentuk serangan fisik lainnya.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Perundungan sosial mencakup perilaku seperti menolak, memeras, mempermalukan, menilai karakteristik pribadi, memanipulasi pertemanan dan mengucilkan orang lain. Terakhir, Perundungan verbal meliputi perilaku kekerasan melalui intimidasi atau ancaman kekerasan, ejekan atau komentar rasisme seseorang.

Latar belakang perundungan terjadi yaitu dengan alasan kenapa korban perundungan tidak ingin melaporkan kejadian-kejadian tersebut. Pertama, mereka takut akan pembalasan. Merasa malu karena tidak bisa membela diri. Bisa juga takut tidak percaya, tidak ingin membuat khawatir orang tua, takut nasihat orang tua, takut guru akan memberitahu si pengganggu dan dianggap menjadi pengadu.

Salah satu cara menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan adalah dengan menumbuhkan kehidupan sosial yang harmonis dan kebersamaan antar peserta didik dengan tenaga pendidik, orang tua serta masyarakat. Tindakan ini juga sebagai bentuk pencegahan perundungan di lingkungan peserta didik.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Perundungan di sekolah juga bisa dicegah dengan program Roots Day di sekolah, yaitu dengan menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan, membangun lingkungan yang aman, nyaman dan menyenangkan serta jauh dari tindak kekerasan. Satuan pendidikan juga wajib menjamin keamanan, keselamatan dan kenyamanan bagi peserta didik. Selain itu, wajib segera melaporkan kepada orang tua atau wali, termasuk mencari informasi apabila telah terjadi dugaan tindak kekerasan kepada murid sebagai korban atau pelaku.

Roots Day bertujuan untuk menularkan perilaku positif kepada seluruh warga sekolah dengan mengampanyekan pesan anti perundungan melalui berbagai kreasi seni peserta didik. Dalam Roots Day, agen perubahan juga akan mengajak seluruh siswa sekolah untuk melakukan deklarasi dan komitmen anti perundungan di sekolah mereka. (*)