Belajar Sistem Peredaran Darah Asyik dengan Simple Replica

Oleh: Siti Munawaroh, S.Pd
Guru Kelas SD Negeri Karangrejo 1, Kecamatan Dempet Kabupaten Demak

SISTEM peredaran darah merupakan salah satu materi IPA di kelas 5 SD pada kurikulum 2013. Saat pembelajaran sistem peredaran darah, siswa kelas V SD Negeri Karangrejo 1 Kecamatan Dempet Kabupaten Demak masih kurang maksimal. Hal ini dibuktikan dengan rendahnya tingkat ketuntasan belajar. Penyebabnya adalah siswa bingung dalam memahami peredaran darah. Materi tersebut tidak dapat dikuasai karena guru menggunakan media pembelajaran yang kurang tepat yaitu hanya gambar dari buku siswa. Oleh karena itu, untuk meningkatkan hasil belajar siswa diperlukan media pembelajaran yang dapat membantu siswa lebih memahami materi dalam sistem peredaran darah dan meningkatkan hasil belajarnya.

Selamat Idulfitri 2024

Salah satu media yang cocok adalah dengan membuat replika sistem peredaran darah secara sederhana (simple replica). Replika sistem peredaran darah secara sederhana (simple replica) dapat membantu mengonkretkan materi sistem peredaran yang masih abstrak bagi siswa.

Hal ini sesuai dengan tahap perkembangan kognitif Piaget Anita (207: 15) yang menyatakan bahwa siswa kelas lima atau antara usia 10 dan 12 tahun berada pada tahap operasi konkrit ke formal. Artinya sistem peredaran darah masih merupakan materi yang abstrak. Media pembelajaran visual diperlukan bagi siswa untuk mewujudkan materi tersebut. Replika sistem peredaran darah secara sederhana (simple replica) membantu siswa membayangkan cara kerja sistem peredaran darah manusia. Siswa bisa secara spesifik mengenali proses peredaran darah.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Bahan yang digunakan untuk membuat replika aliran darah ini sangat sederhana yakni: 6 buah botol plastik bekas, 3 meter selang kecil (diameter 8 mm), 2 bekas ballpoint pegas (ballpoint yang digunakan adalah jenis gelpen), papan triplek 40×60 sentimeter, pewarna merah (tinta printer) secukupnya, 2 buah gotri kecil dan busa karet. Alat-alat yang digunakan saat ini antara lain pisau, pemotong, besi solder, perekat karet silikon, dan perekat Arteco.

Langkah-langkah membuat replika sistem peredaran darah secara sederhana (simple replica) adalah sebagai berikut: Pertama, gunakan solder untuk mengebor lubang di bagian atas dan bawah botol agar sesuai dengan diameter tabung. Selanjutnya siapkan triplek dan sesuaikan posisi keenam botol agar sesuai dengan aliran sistem sirkulasi sebenarnya. Selanjutnya, potong karet busa menjadi 6 bagian sama besar. Rekatkan semua busa karet ke papan triplek dengan perekat jarak dan rekatkan semua botol ke busa karet (sebagai alas).

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Untuk membuat katub, potong ballpoint dan ambil isinya, sisakan pegas dan dudukannya. Masukan gotri hingga gotri terkunci oleh per dan ujung ulir ballpoint sehingga gotri dan per, akan selalu bergerak untuk membuka dan menutup ketika mendapat tekanan. Sambungkan botol satu dengan botol yang lain dengan selang. Alur penyambungan selang sesuaikan dengan alur peredaran darah. Tambahkan lem alteco di penyambungan selang jika terasa longgar. Pasang katub dari ballpoint di antara bilik dan serambi. Pastikan setiap sambungan benar-benar kedap udara dengan menambahkan lem silicon rubber di sekitar sambungan selang. Terakhir, rekatkan selang (pembuluh darah) pada triplek. Campurkan air dengan pewarna merah, lalu masukan air (darah) tersebut ke alat melalui bagian paru-paru atau tubuh. Diamkan replika yang sudah dibuat sampai lem benar-benar kering dan siap digunakan.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Cara kerja replika sistem peredaran darah ini sangat sederhana. Ketika siswa menekan katup dari atrium kiri, cairan merah (mirip dengan darah) secara otomatis mengalir dari katup ke katup ventrikel kiri, dan dari ventrikel kiri ke seluruh tubuh. Urutan jenis ini disebut peredaran darah besar. Dari bilik kiri ke seluruh tubuh, serambi kanan, bilik kanan, paru-paru, dan serambi kiri disebut peredaran darah kecil. Guru juga dapat meminta siswa mempraktekkan cara kerja replika sistem peredaran darah dan melihat aktivitas yang dilakukan.

Melalui simulasi langsung dengan menggunakan replika sistem peredaran darah secara sederhana (simple replica) tersebut, siswa kelas V SD Negeri Karangrejo 1 Kecamatan Dempet Kabupaten Demak mampu memahami materi dan menemukan konsep secara konkrit dan lebih jelas.(*)