Pembelajaran IPS Menyenangkan dengan Media Belajar Elektronik

Oleh: Sri Tuti, S.PD.SD.
Guru SDN 02 Kabunan, Kec. Taman, Kab. Pemalang

SEBAGIAN orang menganggap pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sangat membosankan. Hal tersebut tidak lepas dari bidang kajian pembelajaran IPS yang luas, yaitu tentang kehidupan manusia dengan sejumlah aktivitas sosialnya. Mengajarkan mata pelajaran IPS di sekolah dasar (SD) tidak boleh asal-asalan, karena bahan materi IPS penuh dengan pesan-pesan yang bersifat abstrak. Konsep-konsep seperti manusia, lingkungan, waktu, perubahan, kesinambungan, keragaman sosial, ekonomi budaya adalah konsep-konsep abstrak yang dalam program studi IPS dibelajarkan kepada peserta didik SD. Sedangkan mereka belum memahami konsep abstrak, yang mereka pedulikan adalah hal yang konkret. Untuk itu, dibutuhkan media belajar yang sesuai agar tujuan pembelajaran IPS dapat tercapai.

Salah satu faktor keberhasilan dalam pembelajaran adalah kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran. Pembelajaran yang berhasil biasanya diukur dengan tingkat pemahaman materi pembelajaran melalui nilai tes dan partisipasi siswa selama proses pembelajaran. Demikian pula dengan pembelajaran IPS di Kelas VI SDN 02 Kabunan, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Guru harus berusaha untuk membuat pembelajaran IPS lebih menyenangkan dan tidak membosankan bagi siswa. Guru harus merancang dan melaksanakan pembelajaran yang menyenangkan, efektif dan efisien, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Media Belajar Elektronik merupakan media yang disusun dengan bantuan perangkat elektronik dapat menyampaikan informasi yang dapat didengar (audio) dan dapat dilihat (visual), salah satu contohnya adalah LCD-proyektor. Dengan demikian, proses pembelajaran jauh lebih menyenangkan, lebih menarik, dan tidak membosankan. Siswa yang hanya mendengarkan pelajaran saja mungkin sudah dapat menerima dan memahami materi pelajarannya dengan baik, tetapi bila pemahaman itu diperkuat dengan menggunakan Media Belajar Elektronik, pemahaman mereka terhadap isi pelajaran pasti lebih baik lagi. Selain itu, dengan Media Belajar Elektronik, pembelajaran IPS menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan bagi siswa karena lebih interaktif.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Langkah-langkah pembelajaran IPS dengan Media Belajar Elektronik sebagai berikut, sebelum memulai proses belajar mengajar, guru membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan menyiapkan media belajar elektronik yang akan digunakan. Siswa menyimak guru yang memberikan motivasi bahwa yang akan dipelajari berkaitan atau bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari, sehingga siswa penuh semangat dalam belajar. Kemudian siswa menanggapi apersepsi yang dilakukan guru.

Pada kegiatan inti, siswa membentuk kelompok yang terdiri atas lima orang tiap kelompok. Guru memperlihatkan materi dengan menggunakan media belajar elektronik, setiap kelompok menyimak dan memperhatikan materi. Materi yang diberikan sudah didesain menggunakan media belajar elektronik, sehingga terdapat gambar dan suara pada tampilan materi tersebut. Siswa berdiskusi bersama kelompoknya masing-masing mengenai penyelesaian dari pertanyaan yang ada pada media belajar elektronik yang dibuat guru. Setiap perwakilan kelompok maju untuk mengemukakan pendapat secara bergantian. Setiap kelompok menganalisis jawaban dari kelompok lain, kemudian memberikan penilaian.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Pada kegiatan akhir, siswa menyimpulkan apa yang telah dipelajari, kemudian menyimpulkan bersama guru. Setelah pembelajaran selesai, siswa mendapat tugas individu. Media Belajar Elektronik ini mampu meningkatkan semangat dan rasa senang dalam pembelajaran peserta didik kelas VI SDN 02 Kabunan, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, pada Muatan Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi Negara ASEAN. Hal itu terlihat dari aktivitas peserta didik yang sangat antusias dan aktif dalam mengikuti pembelajaran. Keadaan tersebut ternyata dapat meningkatkan nilai hasil pembelajaran dari pembelajaran sebelumnya. (*)