Pengaruh PTM Era New Normal & Kualitas Guru terhadap Pemahaman Siswa

Oleh: Sri Istati, S.Pd.SD.
Guru SDN 03 Kebagusan, Kec. Ampelgading, Kab. Pemalang

PEMBERLAKUAN pembelajaran tatap muka terbatas telah berlangsung selama empat bulan, dari mulai September hingga bulan Desember 2021. Hal tersebut dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi, sehingga pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan secara normal dengan menghadirkan seluruh peserta didik dalam satu ruangan kelas secara utuh tanpa adanya pembatasan jumlah siswa. Namun, dengan adanya pemberlakuan peraturan pembatasan jam pelajaran yang tidak penuh dan sistem pembelajaran yang masih rancu, menjadikan guru tidak maksimal dan menghadapi beberapa masalah ketika sedang melakukan proses pembelajaran di kelas.

Selamat Idulfitri 2024

Masalah di atas dapat berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran di suatu sekolah.  Pelaksanaan pembelajaran tatap muka di seluruh kota maupun kabupaten di Indonesia mulai dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru 2021/2022. Sehubungan dengan menurunnya angka kasus Covid-19 pada pertengahan tahun 2021, maka Pemerintah Indonesia menyetujui sekolah-sekolah di Indonesia kembali dibuka secara bertahap. Keberhasilan pembelajaran tatap muka di era new normal dipengaruhi kualitas guru dalam meningkatkan pemahaman materi.

Karakteristik pembelajaran tatap muka identik dengan adanya interaksi langsung antara guru dan siswa, maupun siswa dengan siswa lainnya. Pembelajaran tatap muka sebagai pembelajaran terencana atau berpusat pada tempat (place-based) dan interaksi sosial (Wijoyo et al., 2021). Kualitas guru menjadi salah satu komponen sekaligus faktor yang sangat berpengaruh terhadap kemajuan pendidikan Indonesia.

Guru menjadi tonggak pendidikan yang akan memimpin jalannya pendidikan dan sebagai penyampai ilmu pengetahuan bagi peserta didiknya. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, guru diharapkan dapat berperan aktif dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran serta memiliki kompetensi profesional. Seperti halnya mampu mengembangkan keterampilan yang dimilikinya untuk memotivasi siswa agar dapat mengutarakan pendapatnya dalam diskusi maupun bekerja sama pada suatu kelompok sesuai dengan pemahaman masing-masing siswa terkait dengan materi ajar (Amin & Khotimah, 2019).

Seseorang dikatakan paham apabila siswa tersebut mampu memberikan penjelasan terkait apa yang mereka tangkap dengan menggunakan bahasa dan tafsiran tersendiri. Didukung oleh teori dari Benyamin S. Bloom bahwa dalam dunia pendidikan hendaknya dapat mencapai tujuan pendidikan dan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan (Fitriyani, 2018).

Sebagaimana diklasifikasikan bahwa dalam ranah belajar dapat dibagi menjadi tiga ranah, yaitu ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik. Berdasarkan pemaparan tersebut, dapat diartikan bahwa pemahaman adalah kemampuan yang dimiliki oleh diri seorang siswa dalam menerima stimulus yang telah diberikan oleh guru sebagai pengajar, kemudian diterima oleh siswa sebagai respons bahwa telah mengerti dan memahami informasi atau materi yang telah disampaikan.

Pengaruh kualitas guru terhadap tingkat pemahaman siswa. Saat melaksanakan pembelajaran tatap muka secara langsung di kelas, peran guru ketika mengajar maupun menyampaikan materi sangat berpengaruh. Dengan kata lain, kualitas guru dapat dilihat dari segi proses dan segi hasil. Jika dari segi proses, guru dapat dikatakan berhasil apabila mampu melibatkan sebagian dari peserta didik aktif dalam proses pembelajaran dengan strategi maupun media yang digunakan. Namun, dari segi hasil guru dapat dikatakan berhasil jika pembelajaran yang diberikan mampu mengubah perilaku sebagian besar peserta didik dalam hal untuk mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa semakin optimal pelaksanaan pembelajaran tatap muka era new normal dan peningkatan kualitas guru, dapat memberikan pengaruh pada pencapaian pemahaman siswa yang lebih baik lagi. Dapat dikatakan bahwa peningkatan proses pembelajaran dan kualitas guru mengajar akan mendukung dan memberikan kemudahan bagi siswa untuk lebih memahami beragam pengetahuan, informasi, serta materi yang diberikan, sehingga kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan baik. (*)