Tingkatkan Hasil Belajar PPKn dengan PEMBELAJARAN ACS

Oleh: Siti Umi Cholipah, S.Pd
Guru Kelas SD Negeri Karangrejo 2, Kecamatan Dempet Kabupaten Demak

SALAH satu materi pembelajaran pada SD Kelas 2 di Kurikulum 2013 adalah PPKn. Hal ini dimasukkan ke dalam mata pelajaran Kompetensi Dasar 3.1 PPKn. Mengidentifikasi hubungan antara simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila. Materi tentang Pancasila diawali dengan pengenalan lambang, bunyi perintah, dan pelaksanaan perintah Pancasila.

Selamat Idulfitri 2024

Namun faktanya, masih banyak siswa yang menganggap materi ini sulit, terutama mengenai sikap yang mengamalkan sila Pancasila. Fenomena ini terjadi di kelas 2 SD Negeri Karangrejo 2 Kecamatan Dempet Kabupaten Demak. Hal ini dibuktikan dengan hasil tes harian. Sebagian besar siswa mendapat nilai kurang baik dan jauh dari KKM. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang efektif untuk membantu siswa mempelajari materi PPKn dengan mudah dan menyenangkan. Salah satunya adalah pembelajaran ACS.

Pembelajaran ACS merupakan singkatan dari pembelajaran aktif card short, yakni dengan memanfaatkan metode card short.

Pembelajaran aktif (active learning) adalah metode atau strategi belajar yang melibatkan siswa secara langsung dalam berinteraksi, menyelidiki, menyelesaikan masalah dan menyimpulkan pemahaman diri. Melalui pembelajaran aktif, guru akan mengondisikan siswa untuk selalu mengalami pengalaman belajar yang lebih bermakna dan senantiasa berpikir tentang apa yang dilakukan selama proses pembelajaran.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Strategi ini berfokus pada diskusi dan kolaborasi antar siswa dalam kelompok kecil dengan menggunakan media kartu yang menyenangkan (card short).

Metode Card Sort adalah segala bentuk pembelajaran yang memungkinkan siswa berperan secara aktif dalam proses pembelajaran itu sendiri dengan cara meyortir kartu atau memilih kartu. Tujuan penerapan metode ini adalah untuk mengaktifkan setiap individu sekaligus kelompok (Cooperative learning) dalam belajar. Jadi dalam metode active learning tipe Card Sort ini merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, karakteristik, fakta tentang suatu obyek, atau mengulangi informasi. Gerakan fisik diutamakan dapat membantu untuk memberi energi kepada kelas yang letih dan bosan.  Melalui penggunaan media ini, diharapkan siswa akan lebih termotivasi, lebih mudah menyerap materi pembelajaran, dan memperoleh hasil belajar yang lebih baik.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Langkah penerapanya yaitu siswa dibagi menjadi lima kelompok sesuai jumlah sila Pancasila. Setiap kelompok bertemu dan diberi nama kelompok sesuai dengan nama silanya. Setiap anggota kelompok kemudian mendapat sebuah kartu yang berisi gambar lambang sila Pancasila, gambar contoh sikap yang sesuai dengan pengamalan Pancasila, dan keterangan sikap yang sesuai dengan sila kelompok. Hal ini berlanjut sampai semua anggota kelompok telah menerima sebuah kartu. Selanjutnya setiap kelompok mengeluarkan kartunya, menyusunnya, menempelkannya pada selembar kertas, dan mendiskusikan hasilnya. Usai berdiskusi, peserta berkesempatan melihat dan mengevaluasi hasil diskusi kelompok lainnya. Kegiatan selanjutnya adalah presentasi kelompok dan diskusi yang dipimpin guru. Semua kegiatan diulangi hingga siswa mahir.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Setelah menerapkan langkah-langkah pembelajaran ACS ini, hasil ulangan harian siswa meningkat secara signifikan. Sebagian besar siswa mencapai kualifikasi belajar di atas KKM, dengan kemampuan belajar klasikal sebesar 85%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran ACS (pembelajaran aktif card short) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn kelas 2 SD Negeri Karangrejo 2 Kecamatan Dempet Kabupaten Demak khususnya pada materi Pancasila. Melalui strategi ini menjadikan materi PPKn lebih menyenangkan dan mudah dipahami. Selain itu, strategi ini juga mengajarkan keterampilan berpikir siswa dan memungkinkan mereka belajar dari lingkungan sosial sekitarnya secara bermakna.(*)