Demak  

Bawaslu Demak Ajak Masyarakat Jadi Pengawas Partisipatif

RESMI: Ketua Bawaslu Kabupaten Demak Khoirul Saleh bersama Founder Koruki Kusfitria Marstyasih menunjukkan surat perjanjian kerja sama Kantor Bawaslu Demak, belum lama ini. (ANTARA/JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Demak, Jawa Tengah menjalin kerja sama dengan Komunitas Rumah Kita (Koruki). Penandatanganan nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) dilaksanakan di Kantor Bawaslu Demak, belum lama ini.

Kerja sama tersebut untuk memberi pendidikan pemilih pemula, penelitian, dan sosialisasi. Kemudian pengabdian masyarakat, serta pengawasan partisipatif pada pemilu 2024.

Selamat Idulfitri 2024

Ketua Bawaslu Demak Khoirul Saleh mengungkapkan, pihaknya senantiasa bersinergi dengan berbagai pihak. Upaya tersebut menjadi bentuk kerja sama terkait kepemiluan. Tujuannya agar informasi pemilu dalam rangka edukasi terhadap masyarakat bisa tersampaikan dengan baik.

Baca juga:  Dandim 0716 Demak Gelar Acara Kenaikan Pangkat dan Purna Tugas

“MoU ini untuk meningkatkan dan mengembangkan mutu dalam rangka pelaksanaan sosialisasi dan edukasi pengawasan partisipatif dan penguatan partisipasi masyarakat sehingga pemilu lebih berkualitas,” ujarnya.

Selain menggandeng Koruki, kata dia, Bawaslu Demak juga menggandeng lembaga pendidikan tinggi dan organisasi keagamaan. Dengan melibatkan banyak pihak, diharapkan informasi bisa tersampaikan kepada masyarakat.

“Harapannya masyarakat menjadi peduli dan ikut aktif mengawasi setiap tahapan penyelenggaraan pemilu dan bukan saat pemilihan saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Founder Koruki, Kusfitria Marstyasih mengatakan pihaknya bersama Bawaslu Demak sepakat saling bersinergi dalam pengawasan pemilu kepada masyarakat. Masyarakat akan diajak untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan demokrasi yang ideal dan bersama-sama mengampanyekan antipolitik uang.

Baca juga:  HUT ke-521, Bupati Demak Ingin Masyarakat Bangkit Pasca Bencana

Program utama Koruki, imbuh dia, yakni pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Maka, sosialisasi pengawasan pemilu masuk menjadi bagian program literasi kewarganegaraan. Ia berharap, masyarakat mampu memahami dan mengelola potensi diri terkait kesadaran berdemokrasi. Untuk mewujudkan partisipasi aktif masyarakat, agenda sosialisasi maupun diskusi akan digelar secara berkala. (ara/mg4)