Dengan Demonstrasi Perpindahan Kalor Menjadi Mudah

Oleh: Subiyanti, S.Pd.SD.
Guru SD 4 Honggosoco, Korwil Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus

BERDASARKAN hasil observasi, diketahui kemampuan peserta didik dalam memahami materi dirasa masih rendah, khususnya tentang perpindahan panas. Hal ini terlihat dari proses belajar mengajar secara kelompok biasanya hanya didominasi oleh peserta didik yang tingkat kemampuannya tinggi, sementara peserta didik yang tingkat kemampuannya rendah kurang berperan. Akibatnya, peserta didik yang tingkat kemampuannya rendah tetap memperoleh hasil belajar yang rendah, banyak terlihat peserta didik yang kurang aktif dan sibuk sendiri tanpa memperhatikan penjelasan dari guru.

Pembelajaran yang menarik merupakan pelajaran yang ditunggu-tunggu oleh peserta didik, sehingga peserta didik berperan aktif dalam pembelajaran. Guru bertugas memberikan pengarahan dan bimbingan karena belajar merupakan proses untuk memahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tantangan bagi guru SD 4 Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus kelas V, karena peserta didik masih belum aktif mengikuti pelajaran di kelas pada mata pelajaran IPA materi perpindahan panas, penulis mencoba menggunakan metode demonstrasi.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Sanjaya, W (2006: 152) menguraikan bahwa metode demonstrasi merupakan metode dalam pembelajaran dengan menunjukkan siswa tentang proses, situasi, maupun benda tertentu baik asli maupun tiruan. Dengan metode ini, siswa dapat dengan lebih mudah menerima materi karena lebih konkret. Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi adalah metode mengajar yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu proses, situasi, maupun benda kepada anak didik.

Seorang guru menyampaikan tujuan pembelajaran sehingga siswa memahami kompetensi apa yang harus dicapai. Pada pertemuan sebelumnya, guru telah memberikan penjelasan kepada siswa tentang tiga macam perpindahan panas, yaitu perpindahan panas secara konduksi, konveksi dan radiasi.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Guru mempersiapkan alat dan bahan untuk perpindahan panas, yaitu sebuah lilin, air, korek api, dan panci air kecil. Berikut adalah langkah-langkah dalam metode demonstrasi. Pertama, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok beranggotakan 4-5 anak. Kedua, guru memberikan tugas untuk masing-masing kelompok untuk membuat menyalakan lilin. Ketiga, guru mendemonstrasikan perpindahan panas secara konduksi, konveksi, dan radiasi. kemudian setiap kelompok masing-masing mengamati dengan seksama. Keempat, setelah melihat guru memperagakan masing-masing kelompok mempersiapkan laporan dan salah satu wakil anggota kelompok maju di depan kelas untuk mendemonstrasikan hasil percobaan. Kelima, guru bersama siswa memberikan koreksi serta nilai hasil demonstrasi kelompok.

Menurut Subiyanti, beberapa kelebihan metode demonstrasi yaitu, pertama, dapat mendorong motivasi belajar peserta didik. Kedua, demonstrasi dapat menghidupkan pelajaran karena peserta didik tidak hanya mendengar tetapi juga melihat peristiwa yang terjadi. Ketiga, demonstrasi dapat mengaitkan teori dengan peristiwa alam lingkungan sekitar. Dengan demikian peserta didik dapat lebih meyakini kebenaran materi pelajaran. Keempat, demonstrasi apabila dilaksanakan dengan tepat, dapat terlihat hasilnya. Kelima, demonstrasi sering kali mudah teringat daripada bahasa dalam buku pegangan atau penjelasan pendidik. Keenam, melalui demonstrasi peserta didik terhindar dari verbalisme karena langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Maka, dapat disimpulkan bahwa dengan metode demonstrasi dapat meningkatkan keaktifan belajar peserta didik dan meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V pada materi perpindahan panas. Harapan penulis, metode demonstrasi dapat juga diterapkan dan menjadikan solusi bagi sekolah yang mengalami permasalahan yang sama. (*)