Picture and Picture Atasi Kesulitan Pemahaman Materi ASEAN

Oleh: Lilik Nurlaeli S.Pd.
Guru SDN 02 Tasikrejo, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang

ILMU Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari jenjang SD/MI/SDLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Ruang lingkup mata pelajaran IPS meliputi aspek-aspek sebagai berikut: Manusia, Tempat, dan Lingkungan; Waktu, keberlanjutan, dan perubahan; Sistem, sosial, dan budaya; Perilaku ekonomi dan kesejahteraan. Cakupan materi IPS sangat luas dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Selamat Idulfitri 2024

Tujuan dalam mata pelajaran IPS adalah agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: (1) Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya; (2) memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial; (3) memiliki komitmen dan kesadaran untuk terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan; (4) memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk di tingkat lokal, nasional, dan global.

IPS adalah mata pelajaran dengan materi yang sangat luas dan cukup kompleks. Permasalahan dalam pembelajaran mata pelajaran IPS yang kami hadapi di SD Negeri 02 Tasikrejo adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap materi IPS. Pada hakikatnya, IPS menelaah interaksi antara individu dan masyarakat dengan lingkungan (fisik dan sosial-budaya). Sedangkan pada materi ASEAN merupakan materi dengan cakupan lingkungan yang masih asing dari siswa.  Untuk mempermudah pembelajaran materi ini, guru perlu menerapkan pembelajaran yang menarik dengan model dan media pembelajaran yang tepat.

Model pembelajaran picture and picture merupakan salah satu model pembelajaran yang cocok dalam menyampaikan pembelajaran IPS materi ASEAN di kelas 6 SD Negeri 02 Tasikrejo. Model pembelajaran picture and picture adalah model pembelajaran yang memanfaatkan gambar (atau produk visual lain) sebagai media pembelajarannya. Model ini mirip dengan example non example, yang mengharuskan siswa untuk memasangkan dan mengurutkan beberapa gambar dalam urutan yang logis (Suprijono dalam Huda 2014, hlm. 236). Sebelum pembelajaran dimulai, guru harus sudah menyiapkan media belajar yang akan digunakan. Media tersebut dapat berupa, poster, kartu ukuran besar, atau kartu ukuran kecil. Selain itu, guru juga dapat menggunakan proyektor agar pembelajaran lebih menarik.

Langkah-langkah dari model pembelajaran picture and picture menurut Suprijono (dalam Huda 2014, hlm. 236) adalah sebagai berikut: (1) Guru menyiapkan dan menyampaikan materi yang akan disampaikan dalam pembelajaran; (2) Guru menyajikan materi sebagai penghantar pembelajaran; (3) Guru memperlihatkan gambar-gambar yang sesuai dengan materi; (4) Guru memberikan kesempatan kepada siswa secara berkaitan memasang, mencocokkan, atau mengurutkan gambar menjadi susunan yang logis; (5) Guru menanyakan alas asan siswa menyusun gambar dengan ide siswa tersebut; (6) Dari alasan yang dinyatakan siswa tersebut, guru mulai mengarahkan siswa untuk menanamkan konsep materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai; (7) Langkah terakhir dari setiap pembelajaran adalah guru memberikan kesimpulan terhadap pekerjaan siswa.

Dengan penerapan model pembelajaran picture and picture, diharapkan dapat mempermudah pemahaman siswa terhadap materi yang ruang lingkupnya luas bagi siswa. Model pembelajaran ini juga diharapkan mampu meningkatkan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan karena model pembelajaran ini menggunakan beberapa media menarik dan menambah konteks tambahan terhadap suatu materi. (*)