Pembelajaran Daring Menggunakan LMS Tingkatkan Motivasi Belajar Matematika

Oleh: Ana Hasanatuwahdah, S.Pd., M.Pd.
Guru Matematika SMAN 1 Guntur, Kabupaten Demak

DENGAN adanya pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini, yang berdampak semua sektor dan tidak ketinggalan di sektor Pendidikan juga berdampak. Sebagian upaya untuk mencegah pandemi Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan siswa dan mulai menerapkan metode belajar dengan sistem daring (dalam jaringan) atau online. Hal ini sesuai dengan edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Sistem pembelajaran daring (dalam jaringan) merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa tetapi dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet. Guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun siswa berada di rumah. Solusinya, guru dituntut dapat mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online).

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Guru harus melakukan inovasi dalam pembelajaran di antaranya dengan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Semenjak pembelajaran diberlakukan di rumah, sebagian guru melakukan pembelajaran lewat media online seperti WhatsApp, google form, google classroom, zoom, meet dan media yang dibuat oleh sekolah sendiri.

Hambatan yang ditemukan saat dilakukannya daring di antaranya terdapat siswa yang belum mempunyai fasilitas seperti laptop dan handphone dan juga siswa sudah mempunyai handphone tetapi belum memadai, kemudian solusinya adalah dengan meminta siswa mempelajari bahan ajar sendiri melalui buku paket dan menjemput tugas ke sekolah kemudian mengumpulkannya kembali ke sekolah sesuai waktu yang disepakati.

Perlu disadari bahwa ketidaksiapan guru dan siswa terhadap pembelajaran daring juga menjadi masalah. Perpindahan sistem belajar konvensional ke sistem daring merupakan suatu perpindahan belajar yang sangat mendadak, sehingga banyak pihak yang tidak mempersiapkan dengan baik khususnya guru dan siswa. Dengan demikian, guru dituntut mampu merancang dan mendesain pembelajaran daring yang ringan dan efektif, dengan memanfaatkan perangkat atau media daring yang tepat dan sesuai dengan materi yang diajarkan.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Walaupun dengan pembelajaran daring akan memberikan kesempatan lebih luas dalam mengeksplorasi materi yang akan diajarkan, namun guru harus mampu memilih dan membatasi sejauh mana cakupan materinya dan aplikasi yang cocok pada materi dan metode belajar yang digunakan serta media belajar apa yang harus dipersiapkan. Langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah SMA Negeri 1 Guntur mempersiapkan aplikasi sekolah yaitu Learning Management System (LMS).

Learning Management System (LMS) adalah aplikasi sekolah yang digunakan dalam KBM daring untuk memotivasi belajar siswa dan untuk mempermudah administrasi siswa, guru dan sekolah. Terdapat aplikasi yang komplit pada LMS, sehingga siswa dapat dengan mudah mengakses aplikasi tersebut dan guru juga dapat dengan mudah mengontrol pembelajarannya.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Learning Management System (LMS) ini dibuat sedemikan rupa seperti pembelajaran tatap muka sehingga anak dan guru merasa termotivasi untuk mengikuti KBM walaupun secara daring. Dengan menggunakan Learning Management System (LMS) di pembelajaran daring pada mata pelajaran matematika, dapat meningkatkan motivasi belajar siswa serta dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas pada pelajaran matematika, sehingga membantu guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran. (*)