Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Melalui Metode Imitasi

Oleh: Siti Cholifah, S.Pd
Guru SD Negeri O2 Tambakrejo, Kec. Pemalang, Kab. Pemalang

PEMBELAJARAN diharapkan mengacu pada kompetensi dan mengoptimalkan peran siswa. Guru hanya sebagai fasilitator dalam membimbing dan mengarahkan siswa dalam proses pembelajaran. Oleh sebab itu agar dapat berhasil dengan baik, guru harus mampu melihat kemampuan siswanya dalam memahami materi. Untuk memahami materi pembelajaran, diperlukan metode yang efektif. Metode pembelajaran merupakan salah satu teknik mengajar yang di lakukan guru untuk memotivasi cara belajar siswa.

Selamat Idulfitri 2024

Proses pembelajaran akan berhasil jika guru mampu menguasai dan menggunakan metode pembelajaran dengan baik dan benar. Suatu pembelajaran akan bisa disebut berhasil secara baik, manakala guru mampu mengubah pola pikir, pengetahuan, sifat dan karakter siswa. Serta   mampu menumbuh-kembangkan kesadaran siswa untuk belajar. Sehingga pengalaman yang diperoleh peserta didik selama terlibat dalam proses pembelajaran dapat dirasakan manfaatnya secara langsung bagi perkembangan pribadinya.

Pembelajaran menuntut keaktifan guru dan siswa. Menurut Grasser (dalam Uno     2014:157), guru harus menguasai tiga hal yakni kemampuan mendiagnosa    tingkah    laku    siswa. Kemudian kemampuan melaksanakan proses pembelajaran, serta mengukur hasil belajar siswa.

Menulis puisi merupakan salah satu kegiatan yang sangat berhubungan erat dengan membaca. Hal ini tentu memerlukan suatu strategi penanaman keterampilan menulis setelah setiap orang mampu membaca. Dalam menulis puisi, siswa harus benar-benar memahami apa makna   dari   puisi   yang   ditulisnya. Guru harus mampu menberikan contoh terbaik dan mengajak seluruh siswa untuk dapat menciptakan puisi sendiri. Sehingga kompetensi yang diharapkan dalam    menulis puisi tercapaisecara maksimal.

Pada kenyataannya, pembelajaran menulis puisi masih mengalami banyak kendala baik yang berasal dari guru maupun siswa. Kendala dari guru, di antaranya guru tidak dapat menentukan metode yang tepat dalam membelajarkan menulis puisi. Kendala dari siswa, sebagian besar siswa tidak memahami cara membuat puisi yang baik dan benar. Proses belajar mengajar didalam pembelajaran menulis puisi juga belum sepenuhnya  dilakukan  dengan  teknik  yang baik. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kreativitas guru dalam pembelajaran   menulis puisi. Sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan dan keterampilan siswa   dalam menulis puisi yang baik dan benar.

Apabila hal ini tidak segera diperbaiki, maka tujuan pembelajaran yang diharapkan tidak akan tercapai dengan baik. Oleh sebab itu perlu adanya suatu metode dalam membangkitkan   motivasi dan semangat belajar siswa agar hasil belajar siswa menjadi baik. Sebab guru di tuntut untuk kreatif dalam mencari metode pembelajaran untuk menarik perhatian siswa dalam belajar. Pemilihan metode tentunya sangat bermanfaat bagi guru dan siswa. Namun untuk lebih membuat siswa agar termotivasi dan bersemangat dalam belajar perlu dipilih metode yang tepat.

Salah satu metode yang menjadi pilihan untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah metode imitasi. Metode ini merupakan salah satu metode yang melibatkan guru secara    langsung sebagai model untuk menunjukkan kepada siswa bagaimana cara menulis atau menyusun kata-kata. Sehingga menjadi satu kata atau rangkaian puisi yang baik dan benar.

Jika hal ini terlaksana dengan baik dan benar maka yang menjadi salah satu tujuan dari kurikulum. Yaitu siswa dapat menulis puisi dengan baik dan benar akan tercapai. Dengan kata lain kompetensi dasar menulis puisi tuntas dan sesuai dengan KKM yang telah ditetapkan. Metode imitasi merupakan   solusi   untuk memberikan motivasi belajar menulis puisi pada siswa, Hal ini dikarenakan metode imitasi dapat melibatkan guru dan siswa secara langsung  dalam menulis sebuah puisi. (*)