Tingkatkan Hasil Belajar IPA dengan Metode Synergetic Tecahing

Oleh: Rina Eko Yulianti, S.Pd.SD
Guru SD Negeri 02 Ketapang, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang

PENDIDIKAN pada hakikatnya adalah proses pematangan kualitas hidup. Belajar memerlukan keterlibatan mental dan keefektifan peserta didik. Karena penjelasan dan pemergaan semata tidak akan membuahkan prestasi belajar yang maksimal. Dengan pembelajaran aktif, peserta didik terlatih untuk menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari secara menyeluruh (holistik). Karena cara pengemasan pengalaman belajar yang dirancang oleh guru sangat berpengaruh terhadap kebermaknaan pengalaman para peserta didik.

Selamat Idulfitri 2024

Jadi, guru seharusnya memiliki kemampuan untuk merancang dan mendesain pembelajaran serta melaksanakan proses pembelajaran. Kemudian, mengendalikan situasi dan kondisi lingkungan serta kegiatan akhir berupa evaluasi pembelajaran.

Pembelajaran menurut Surya (2004: 7) adalah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan. Proses tersebut merupakan hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Salah satu faktor penentu dalam proses belajar mengajar adalah metode mengajar yang tepat,

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru dan siswa, penyebab hasil belajar IPA yang rendah disebabkan oleh pembelajaran yang berlangsung satu arah. Selain itu, penggunaan metode pembelajaran yang digunakan masih kurang tepat. Akibatnya, IPA dianggap siswa sebagai pelajaran yang kurang menarik dan sulit dimengerti. Penggunaan metode pembelajaran yang kurang tepat menyebabkan siswa sulit untuk memahami materi.

Siswa hanya sekedar mengetahui konsep tanpa memahaminya secara mendalam dan kurang aktif selama proses pembelajaran. Akibatnya informasi yang diterima siswa tidak maksimal dan hasil belajar IPA menjadi rendah. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata hasil evaluasi mata pelajaran IPA menunjukkan nilai dibawah standar kriteria ketuntasan minimum (KKM).

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Kondisi tersebut, menurut guru pengampu mata pelajaran terkait, disebabkan karena siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Siswa enggan mengajukan materi yang diberikan. Adapun metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran menggunakan metode ceramah. Sehingga siswa lebih terpusat pada penyampaian guru. Guna meningkatkan hasil belajar siswa, dibutuhkan suatu metode yang bervariasi dalam pembelajaran. Hal tersebut dilakukan agar proses pembelajaran lebih menyenangkan, bermanfaat. Disamping itu, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keaktifan siswa dalam pembelajaran.

Salah satu metode pembelajaran yang dapat dilakukan yaitu dengan metode Synergetic Teaching berbantuan video pembelajaran. Metode ini merupakan metode yang menggabungkan dua cara belajar yang berbeda (Zaini, 2008: 35). Metode tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk saling berbagi hasil belajar dari materi yang sama dengan cara berbeda dengan membandingkan catatan.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Dengan menggunakan metode ini diharapkan dapat mempermudah siswa untuk memahami pelajaran, meningkatkan rangsangan belajar. Serta menimbulkan motivasi belajar bagi siswa, sehingga siswa akan merasakan suasana menyenangkan dan hasil belajar dapat dimaksimalkan. Dengan demikian, penggunaan metode Synergetic Teaching berbantuan media video ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada siswa membandingkan pengalaman-pengalaman (yang telah mereka peroleh dengan teknik berbeda).

Metode ini merupakan metode yang cukup menyenangkan untuk membantu para siswa lebih mengenal dan dapat melakukan kegiatan membangun kelompok atau tim. Kemudian meningkatkan rasa tanggung jawab siswa atas apa yang mereka pelajari. (*)