Terapkan ETLE, Hentikan Penilangan secara Manual

TINDAK: Petugas polisi Polres Bantul menghentikan kendaraan bermotor yang tidak mematuhi aturan lalu lintas, belum lama ini. (DOKUMENTASI ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bantul telah menerapkan metode tilang dengan Elektronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mobile dan statis sejak sebulan yang lalu. Hal ini sesuai dengan intruski Kapolri dalam menghentikan tindak penilangan secara manual terhadap pengendara bermotor.

Kasat Lantas Polres Bantul, Fikri Kurniawan mengatakan, pihaknya siap menyesuaikan serta melaksanakan instruksi dari Kapolri meskipun pihaknya saat ini tengah menunggu arahan dari Ditlantas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebab, saat ini masih dilakukan tilang manual kepada pengendara yang melanggar.

Baca juga:  Dewan Siapkan Rp12 Miliar, Atasi Masalah Sampah

“Memang benar tidak diperbolehkan tilang manual, namun apabila ada pelanggaran kasat mata dan menggunakan knalpot blombongan akan kita lakukan penilangan. Saat ini kami tengah menunggu arahan dari Ditlantas Polda DIY,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Polres Bantul telah menggunakan metode tilang dengan menerapkan ETLE mobile dan elastis sejak sebulan yang lalu. Yakni saat diterapkan Operasi Zebra Progo yang berlangsung selama dua pekan. Saat ini ETLE statis baru terpasang di satu titik, yakni di simpanh empat ketandan ringroad selatan.

Dalam penerapannya, menurutnya perangkat ETLE secara otomatis akan menangkap pelanggaran lalu lintas yang dimonitor dan mengirimkan media barang bukti pelanggaran ke Back Office ETLE. Pihaknya kemudian mengarahkan petugas untuk mengidentifikasi data kendaraan menggunakan Elektronic Registration and Identification (ERI) sebagai sumber data kendaraan.

Baca juga:  Program Padat Karya Ciptakan Jalan Baru dan Tingkatkan Ekonomi Lokal di Bantul

“Kemudian petugas akan mengirimkan surat konfirmasi ke alamat kendaraan bermotor untuk permohonan konfirmasi atas pelanggaran yang terjadi.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa penerima surat tersebut memiliki batas waktu sampai delapan hari dari terjadinya pelanggaran untuk melakukan konfirmasi melalui website atau datang langsung ke kantor Polres Bantul. Setelah pelanggaran terkonfirmasi, petugas menerbitkan tilang dengan metode pembayaran via BRI Virtual Account (BRIVA) untuk setiap pelanggaran yabg telah terverifikasi.

“Terakhir tidak ada bayar ditempat. Semua membayar denda melalui BRIVA atau sidang, kami akan menindak tegas anggota yang melanggar, baik dengan sidang disiplin ataupun kode etis,” tegasnya. (ers/bid)