Manfaatkan Momentum Penting Sumpah Pemuda

DIALOG: Haris Sugiharta (tengah) saat menjadi narasumber pelatihan agribisnis bagi petani muda milenial di Desa Pondokrejo, Kapanewon Tempel, beberapa waktu lalu. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Peringatan Sumpah Pemuda hendaknya bukan sekedar seremonial saja. Hal tersebut di karenakan peringatan Sumpah Pemuda mampu menjadi momentum penting bagi para pemuda-pemudi Indonesia bahwa pemuda adalah ujung tombak masa depan bangsa.

Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Haris Sugiharta menyampaikan, era digital membuat seseorang harus hidup dalam dunia yang modern. Dalam peringatan sumpah pemuda ini, ia menegaskan, bahwa modern bukan berarti melupakan budaya dan sejarah, generasi muda harus terus melestarikannya.

Selamat Idulfitri 2024

“Dengan semangat sumpah pemuda ini, kita bisa berkarya dengan memperhatikan aspek budaya. Seperti misalnya terinspirasi oleh para pejuang di masa lalu. Sebagai generasi muda, kita perlu menjaga, mengetahui, dan melestarikan sejarah maupun budaya bangsa. Agar tidak diklaim oleh bangsa lain,” terangnya saat ditemui Joglo Jogja, Kamis (27/10).

Menurutnya, perkembangan zaman dan teknologi memang memudahkan untuk belajar bahasa asing. Hal itu memang tidak ada salahnya. Meski begitu, utamakanlah Bahasa Indonesia untuk sarana pemersatu generasi muda.

Selain itu, lanjutnya, DPRD Sleman selalu berusaha mendorong pemuda-pemudi Indonesia khususnya di Kabupaten Sleman untuk terus berkembang dalam mengukir prestasi dan komitmen dalam belajar penuh. Seperti kolaborasi yang diselenggarakan dengan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, beberapa waktu lalu. Berupa pelatihan Agribisnis Bagi Petani Muda Milenial.

Baca juga:  Siap-siap! Rekayasa Lalu Lintas di Malioboro Saat Mudik Lebaran

Haris menuturkan, bahwa negara Indonesia memiliki banyak potensi yang besar untuk dikembangkan terutama pengembangan dan pemberdayaan terhadap karang taruna desa melalui sektor pertanian. Kendati demikian masih banyak pemuda yang merasa segan dan malu untuk masuk dalam sektor tersebut.

“Semangat dan bentuk keteladanan Sumpah Pemuda yang bisa dipraktikkan generasi muda sekarang adalah mengukir prestasi. Prestasi ini tidak hanya di bidang akademik saja, tetapi juga di bidang lain yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Seperti di bidang perdagangan, pertanian, dan banyak lagi prestasi lainnya. Jangan lupa, bahwa sektor pertanian juga budaya dan warisan nenek moyang kita,” paparnya.

KOMPAK: Haris Sugiharta berfoto dengan para petani milenial Desa Pondokrejo, Kapanewon Tempel, beberapa waktu lalu

Ia menambahkan, melalui pertanian pemuda bisa menjadi pahlawan pangan. Saya kira dengan menjadi petani milenial kita bisa membantu ketahan pangan nasional. Pemuda merupakan generasi masa kini yang wajib meneruskan perjuangan para petani Indonesia. Mari kita semarakkan sumpah pemuda ini dengan tetap mengembangkan budaya dan mengingat selalu sejarah negara kita,” imbuhnya.

Baca juga:  Bantul Dipersiapkan Jadi Percontohan Kabupaten Antikorupsi

Haris juga menekankan, di Hari Sumpah Pemuda ini pemerintah juga perlu menyampaikan wawasan kebangsaan kepada generasi muda. Hal itu untuk menanamkan cara pandang generasi muda yang dilandasi kesadaran diri sebagai warga dari suatu negara, di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga generasi muda dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

“Jadi wawasan kebangsaan merupakan penguatan untuk generasi muda agar lebih memahami persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu, agar dapat mencapai cita-cita yang menjamin kepentingan nasional,” tuturnya.

Ketua Dewan dari Partai PDIP itu menambahkan, karena wawasan kebangsaan itu sendiri yang menentukan cara bangsa mendayagunakan kondisi geografis negara, sejarah, sosio-budaya, ekonomi dan politik, serta pertahanan keamanan dalam mencapai cita-cita dan menjamin kepentingan nasional.

“Juga menentukan bangsa menempatkan diri dalam tata berhubungan dengan sesama bangsa dan dalam pergaulan dengan bangsa lain di dunia internasional. Generasi muda harus mampu menjadi pelopor dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Karena memiliki Pancasila yang menjadi pandangan hidup bangsa, dasar negara dan  ideologi nasional di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara yang berakar kuat di dalam kebudayaan daerah-daerah Indonesia. Sehingga mampu dijadikan landasan bagi generasi muda,” paparnya.

Baca juga:  Sediakan Jalur Alternatif Urai Kemacetan Arus Mudik dan Balik

Menurutnya, implementasi wawasan kebangsaan sangat penting bagi generasi muda. Lantaran, semua itu harus ditumbuhkan dari diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan seluruh komponen bangsa ini.

Lanjutnya, Haris mengatakan, empat prinsip Bhinneka Tunggal Ika juga penting dipahami oleh generasi muda, yakni common denominator atau dianggap umum, tidak bersifat sektarian, bersifat menyuluruh, bersifat konvergen atau paham perbedaan yang ada di masyarakat.

“Jadi mereka juga harus paham prinsip-prinsip itu. Sehingga tujuannya juga untuk semua atau kebersamaan. Ya, bagaimana kita mempersatukan bangsa, bagaimana memperat persaudaraan, saling menghormati, dan masih banyak lagi,” pungkasnya.

Sebagai Ketua DPRD, Haris menunjukkan semangat sumpah pemuda, agar bisa dicontoh generasi muda. Tidak hanya itu, pihaknya juga menerapkan beberapa contoh semangat sumpah pemuda, seperti toleransi terhadap sesama, tidak melupakan budaya, junjung tinggi Bahasa Indonesia, bangga terhadap karya anak bangsa, dan berkomitmen belajar penuh atau ukir prestasi, tutup Haris. (mg1/mg3/all)