Shalat Berjama’ah Meningkatkan Kedisiplinan Siswa

Oleh: Rati Windiarti, S.Pd.I
Guru SDN 03 Pamutih, Kec. Ulujami Kab. Pemalang

SHALAT merupakan kewajiban semua umat muslim baik tua maupun muda. Karena  shalat adalah tiang agama. Shalat mengambil peran penting dalam pendidikan siswa pada masa ini. Fenomena akhir-akhir ini menunjukan bahwa ketertarikan anak-anak untuk shalat berjamaah sangatlah sedikit. Anak-anak lebih memilih bermain dengan gadget-nya, menghabiskan waktu untuk bermain game dan mengurung diri dirumah. Mirisnya, para orang tua muslim seakan membiarkan saja fenomena tersebut dengan dalih mereka masih kecil. Padahal kita tahu pentingnya mengajarkan kedisiplinan shalat berjamaah kepada anak-anak sejak dini.

Selamat Idulfitri 2024

Masa anak-anak adalah masanya persiapan, pelatihan dan pembiasaan sampai tiba ketika mereka baligh dimana mereka harus menjalankan kewajibannya. Sehingga shalat harus dikenalkan sejak kecil sehingga anak menjadi terbiasa. Melatih gerakan dan bacaan shalat pada anak usia dini hendaknya dilakukan dengan cara berulang-ulang. Semakin sering anak usia dini mendapatkan stimulasi tentang gerakan shalat, maka anak usia dini semakin mampu melakukannya. Apalagi diiringi dengan pengarahan tentang bagaimana gerakan yang benar secara berulang-ulang. Begitu juga dengan bacaan shalatnya.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada umatnya, terkhusus kepada orang tua untuk memerintahkan anaknya mengerjakan shalat. Sebagaimana Hadits Nabi “Dari Amr Bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya berkata: “Rasulullah SAW bersabda, ‘Perintahkan anak-anakmu melaksanakan sholat sedang mereka berusia tujuh tahun dan pukul lah mereka karena tinggal sholat sedang mereka berusia 10 tahun dan pisahkan antara mereka di tempat tidurnya’.”

Hadits ini menjelaskan bagaimana pendidikan agama diberikan kepada anak sejak kecil. Sehingga nanti usia dewasa perintah-perintah agama dapat dilakukan secara mudah dan ringan.

Ada pepatah mengatakan, “guru kencing berdiri, murid kecing berlari”. Jika diambil dari sudut pandang positif, hal ini akan mendorong guru untuk berperan aktif dalam kedispilinan siswa melaksanakan shalat berjamaah. Hal ini sekaligus menjawab fenomena yang dialami siswa tersebut diatas.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Shalat berjamaah diikuti siswa-siswi, guru dan karyawan di masing-masing sekolah. Sementara di rumah, para orang tua juga perlu melatih kebiasaan shalat berjamaah, diikuti seluruh anggota keluarga. Membiasakan shalat berjamaah kepada anak-anak di SD 03 Pamutih adalah cara efektif untuk mengajarkan dan meningkatkan kedislipinan siswa. Dimana dengan membiasakan shalat berjama’ah, siswa akan memiliki waktu istirahat dalam belajar dan juga bermain. Dengan berbondong-bondong mendatangi mushalla atau masjid disekolah dapat meningkatkan rasa toleransi antar siswa.

Tidak cukup sampai disitu, kegiatan shalat berjamaah juga bisa digunakan sebagai media silaturahmi antar siswa. Dimana siswa dari berbagai kelas dan usia akan bertemu disatu titik yaitu mushala atau masjid sekolah untuk bersama-sama menghadap Allah SWT.

Beberapa ahli mengatakan disiplin shalat adalah tata tertib, atau ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan tata tertib shalat dan sebagainya. Berdisiplin shalat berarti mematuhi peraturan tata tertib dalam rukun Islam. Dari pengertian tersebut, siswa di SMP cukup disiplin dalam menjalankan shalat lima waktu. Kedisiplinan siswa dalam menjalankan shalat lima waktu dapat dinilai dari beberapa aspek. Antara lain segera datang saat mendengar azan berkumandang, segera berwudu, dan menjalankan shalat. Hal ini tercermin bahwa hampir semua siswa patuh terhadap perintah Allah karena merasa takut.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Adanya kebiasaan shalat berjamaah antar siswa di SDN 03 Pamutih merupakan upaya menjadikan pembiasaan guna meningkatkan kedisplinan siswa. Kebiasaan yang terus berulang akan tertanam pada diri siswa untuk menjadi lebih disiplin dalam melaksanakan ibadah. Jadi, Pembiasaan shalat berjamaah penting untuk diterapkan karena dalam pelaksanaannya akan membentuk sikap kedisiplinan seperti sikap disiplin ibadah, belajar, sikap, dan disiplin waktu pada peserta didik. (*)