Tekan Kasus Stunting, Dinkes Kulon Progo Berikan Tablet Tambah Darah pada Siswi

SEREMPAK: Pelajar SMP N 2 Panjatan dan MTSN 1 Kulon Progo saat menunjukkan tablet tambah darah, belum lama ini. (DOKUMENTASI ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

KULON PROGO, Joglo Jogja – Sebanyak 400 Tablet Tambah Darah (TTD) diberikan kepada siswi SMPN 2 Panjatan dan MTSN 1 Kulon Progo. Hal ini untuk menindaklanjuti arahan dari Kementerian Kesehatan untuk menekan angka stunting.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulon Progo, Sri Budi Utami mengatakan bahwa pihaknya menggelar gerakan nasional aksi bergizi. Dalam rangka menekan kasus stunting di Indonesia, khususnya Kulon Progo. Menurutnya, pencegahan stunting ini dapat dilakukan dengan persiapan generasi remaja yang sehat, salah satunya dengan pemberian tablet tambah darah.

“Menteri Kesehatan sudah memberikan arahan kepada kita semua bahwa anak-anak khususnya remaja putri ini bisa kita siapkan dalam rangka pencegahan stunting. Diawali dari calon ibu yang sehat dulu agar melahirkan generasi yang cerdas,” ujarnya, belum lama ini.

Baca juga:  Incumbent Wajib Cuti saat Kampanye

Lebih lanjut Sri mengatakan bahwa target usia remaja ini dipilih karena pada usia tersebut kebanyakan para siswi telah mengalami menstruasi. Sehingga pada masa ini, siswi rentan berpotensi kehilangan darah sehingga terjadi anemia atau kurang darah.

“Memang secara progam nasional, remaja putri Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Sekolah Menengah Atas (SMA) ini sudah kita berikan kebiasaan minum tablet tambah darah. Kenapa dipilih siswi SMP, karena memang disiapkan sejak dini sehingga harapannya hasilnya lebih bagus,” ucapnya.

Sri berharap, melalui program ini para siswi lebih paham bagaimana menata kehidupannya dan menjaga kesehatannya. Melalui kegiaan ini, pihaknya juga berharap agar lebih memotivasi para remaja untuk mengkonsumi tablet tambah darah ini.

Baca juga:  Bawaslu BantuI Imbau Billboard Pemkab tak Digunakan Kampanye Pilkada

“Karena sebelumnya mungkin sudah dibagikan tablet tambah darah tapi tidak diminum, tadi kita berikan pengertian betapa ini sangat berharga dan bermanfaat dibanding kekurangannya seperti ada rasa amis, membuat mual sehingga tidak diminum. Jadi ini kita menanamkan mindset yang sama,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kulon Progo, Wahib Jamil mengatakan bahwa gerakan aksi bergizi ini sangat penting untuk memberikan edukasi terkait kesehatan bagi para siswi. Khususnya untuk mempersiapkan secara dini para remaja putri untuk menjadi calon ibu yang sehat dimasa mendatang.

Baca juga:  SMP YP Sanden Terancam Tutup akibat Zonasi, Disdikpora Bantul Masih Lakukan Evaluasi

“Dalam ajaran agama sendiri juga terdapat pelajaran fiqih wanita, jadi yang diperhatikan lebih spesifik karena wanita memgalami masa secara simultan, mengalami menstruasi, maka harus mendapatkan perhatian khusus. Jadi gerakan berizi ini menjadi sangat penting untuk memberikan edukasi terkait kesehatan dan untuk mempersiapkan secara dini menjadi ibu yang sehat di masa mendatang,” jelasnya.

Selain kegiatan utama mengkonsumsi tablet tambah darah, pada kegiatan ini juga digelar beberapa kegiatan pendukung. Seperti aktivitas fisik melalui senam dan makan-makanan dengan gizi seimbang. Dimana kegiatan ini merupakan peringatan Hari Kesehatan Nasional dan juga Hari Gizi bulan November mendatang. (ers/bid)