Tumbuh Kembangkan Minat Baca dengan Festival Literasi

TANGKAS: Penampilan salah seorang wayang cilik pada kegiatan Puncak Festival Literasi yang diadakan di Aula Pemda II Manding, Bantul, Kamis (27/10). ( (ERNA SARI SUSANTI/JOGLO JOGJA))

BANTUL, Joglo Jogja – Puncak festival literasi dalam rangka semarak bulan bahasa yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga telah dilaksanakan. Kegiatan itu bertujuan untuk menumbuh kembangkan minat baca siswa/siswi sekolah se-Kabupaten Bantul. Festival ini digelar selama dua hari, yakni 27-28 Oktober 2022 dengan diisi berbagai lomba.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul, Isdarmoko mengatakan, tema festival ini adalah literasi menuju generasi cerdas dan berbudaya. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuh kembangkan minat baca, membangun kesadaran siswa atas pentingnya literasi, dan mewujudkan profil pelajar pancasila.

“Kegiatan ini diisi dengan serangkaian kegiatan bazar buku, seminar untuk guru SMP, berbagai stand literasi sekolah yang diikuti 17 SMP/MTS dari 17 kapanewon, 17 SD/MI sederajat, TK/RA dari 11 kapanewon. Kemudian ada juga stand balai bahasa uji kemahiran berbahasa, stand museum tinosidin, dan lainnya,” ujarnya, kemarin.

Baca juga:  Ketua DPRD Sleman Serahkan Bantuan Meja Tenis di Sokomarto

Lebih lanjut, menurutnya kegiatan tersebut baru pertama kali diadakan di Bantul dan juga di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sehingga kegiatan itu diharapkan dapat terus berlanjut diadakan.

“Kedepan festival literasi ini akan kita evaluasi, akan lebih semarak, berkualitas dan lebih menarik dalam rangka mewujudkan generasi emas yang literan,” jelasnya.

Wakil Bupati Bantul, Joko B. Purnomo mengapresiasi terobosan Disdikpora tersebut. Menurutnya, literasi ini adalah bagian dari bentuk terobosan keberanian dari dinas untuk melakukan proses dalam rangka membangun karakter siswa/siswi se-Kabupaten Bantul.

“Hari ini digelar oleh dinas, festival literasi dalam rangka memamerkan sekaligus menunjukkan kreativitas para siswa,” ucapnya.

Baca juga:  Tinjau Kampung Ngunen-Unen untuk Tingkatkan Status Proklim

Joko pun mendorong dan mendukung program tersebut. Sehingga nantinya akan terwujud anak-anak Bantul yang cerdas, berakhlak mulia, dan berkepribadian Indonesia.

“Sehingga Bantul akan bisa menjadi wilayah yang menciptakan generasi-generasi produktif, generasi-generasi pendidikan. Kami mendukung agar terus dikembangkan di tahun-tahun berikutnya,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, salah satu guru TK ABA Madugondo, Piyungan, Aprilia Hermawati Ningsih juga mengapresiasi festival ini. Menurutnya kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menumbuh kembangkan minat literasi anak-anak.

“Sangat menarik sekali dan bermanfaat terutama untuk anak-anak, sehingga mereka lebih meningkatkan kecintaan literasi anak terhadap buku, jadi sejak dini anak-anak sudah diperkenalkan terhadap literasi,” katanya.

Baca juga:  Penyiraman Bawang Merah dengan Sistem Elektrifikasi Terus Diupayakan

Ia berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan rutin sebagai agenda tahunan. Sebab, kegiatan tersebut tidak hanya menarik untuk siswa, namun juga untuk guru. Bahkan menurutnya, perlu ditambah juga lama waktu pelaksanaannya. (ers/bid)