Ajak Cintai Lingkungan lewat Media Lukisan

ANTUSIAS: Anak-anak Sekolah Sungai Siluk melukis bersama dalam pembukaan Pameran Sewu Lukisan Anak #4 Djoko Pekik Angon Wayah di Sekolah Sungai Siluk, Selopamioro, Imogiri, Bantul belum lama ini. (ERNA SARI/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Sekolah Sungai Siluk, Selopamioro, Imogiri, Bantul kembali menggelar pameran lukisan. Pameran Sewu lukisan #4 Djoko Pekik Angon Wayah ini berlangsung pada 29 Oktober hingga 5 November 2022. Bertujuan untuk mengajak anak-anak mencintai lingkungan dengan media lukisan.

Pendiri Sekolah Sungai Siluk, Kuwat mengatakan, tujuan pameran tersebut adalah untuk memperkenalkan Keseinian, lukisan, dan budaya kepada anak sejak dini. Salah satunya didorong dengan adanya kelas tari dan keterampilan disekolahnya. Sehingga dapat memotivasi anak untuk mencintai lingkungan melalui media lukis.

“Temanya memang setiap pertemuan kita ganti terus, tetapi tematik, misalnya pohon, ikan. Kemudian juga ada kelas keterampilan seperti membuat vas bunga dari botol bekas,” ujarnya saat diwawancarai belum lama ini.

Baca juga:  Kuatkan Program Merdeka Belajar & Perlindungan Hak Anak

Dengan digelar Pameran Sewu lukisan #4 Djoko Pekik Angon Wayah ini, ia berharap dapat memperkenalkan maestro seni rupa Indonesia. Sehingga dapat lebih dikenal luas serta dihormati.

Selain pameran karya anak-anak, dalam kegiatan yang berlangsung selama delapan hari tersebut juga dihadirkan stand UMKM. Sehingga dapat membantu dalam menggerakkan ekonomi pasca pandemi. Pada pembukaan kegiatan pameran, terdapat juga Pasar Cemangking serta kegiatan melukis bersama dan tari anak-anak.

“Setelah pandemi ini saya punya harapan lain, pertama merangkul UMKM agar perekonomian bangkit, anak-anak juga semangatnya bangkit karena pandemi Covid-19 ini,” jelasnya.

Baca juga:  Manfaatkan Sumber Daya, Wujudkan Pertanian Terpadu

Sementara itu, Sutradara Hanung Bramantyo turut hadir dan membuka pameran tersebut. Ia mengatakan bahwa ia bangga dapat turut serta dalam kegiatan ini.

“Kita harus sadar bahwa desa ini memiliki potensi yang cukup besar, melalui desa kita bisa mempertahankan kembali ketahanan nasional. Banyak sekali teman-teman saya berfikir mengembangkan diri kita harus ke luar negeri, merambah ke dunia internasional, tapi saya tidak, saya kembali ke desa untuk membangun desa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hanung sangat mengapresiasi sekolah tersebut, karena memiliki misi yang sama. Yakni membangun desa. Dimana pada tahun 2015 awal berdiri, sekolah itu berada dibawah kolong Jembatan Siluk, namun sekarang mempunyai tempat yang layak untuk melaksanakan pembelajaran.

Baca juga:  Kekeringan Mulai Melanda DIY, Dua Kapanewon di Gunungkidul Minta Bantuan Air Bersih

“Dari mulai tempat terbuang, kemudian diupayakan dan mampu membuat daya tarik. Mari kita merawat kembali rumah kita agar mereka yang ada disekitar kita menjadi seperti kita atau melbihi kita. Sehingga kita bisa berbangga bahwa kita bisa menjadi Indonesia yang benar,” jelasnya. (ers/bid)