Gebyar Literasi, Harap Ada Generasi Penerus yang Literan

CEKATAN: Penampilan fesyen show pakaian tradisional Nusantara oleh siswa/siswi SMPN 1 Piyungan di SMPN 1 Piyungan, Jumat (28/10). (ERNA SARI SUSANTI/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Piyungan menggelar gebyar literasi bulan bahasa pada Jumat (28/10). Hal ini dilakukan dengan tujuan kaderisasi, atau regenerasi penerus yang literan.

Kepala Sekolah SMPN 1 Piyungan, Wiyono mengatakan bahwa pihaknya telah mengagendakan program tahunan dalam rangka bulan bahasa, tepatnya bulan Oktober. Gebyar literasi ini telah diadakan sejak awal Oktober dengan diawali berbagai lomba oleh para siswa/siswi kelas VII, VIII, dan IX.

“Lomba diadakan per kelas per jenjang, diantaranya lomba geguritan, pidato, dakwah islami, musikalisasi puisi, poster, story telling, dan menyanyi. Nah pada hari ini puncaknya, jadi para pemenang ditampilkan pada puncak acara ini,” ujarnya Jumat (28/10).

Baca juga:  Penyiraman Bawang Merah dengan Sistem Elektrifikasi Terus Diupayakan

Lebih lanjut ia berharap kegiatan ini dapat terus diadakan secara rutin, sehingga akan ada kaderisasi atau generasi penerus. Ia juga berharap lomba yang diadakan dapat berguna untuk mempersiapkan mental anak-anak didiknya.

“Lomba-lomba yang diadakan ini terdapat perspektif sehingga kami mendidik siswa/siswi agar dapat mengikuti perlombaan di tingkat kabupaten atau provinsi. Selain itu, kami tampilkan juga busana nasional agar anak-anak mengenal kebhinekaan tentang budaya, seperti yang ditampilkan para siswa dengan berpakaian Irian, Dayak, dan lainnya,”imbuhnya.

Menurutnya, bulan bahasa ini tetap dilaksanakan saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Meskipun kegiatan dibatasi, namun pelaksanaannya dilakukan secara online. Sehingga para siswa dapat menampilkan kreatifitasnya secara maksimal.

Baca juga:  Langkah Darurat, TPA Piyungan Kembali Difungsikan

“Saat pandemi kegiatan ini kita laksanakan secara online, puisi kirim dari rumah, baca Al-Qur’an dikirim, sesuai kebutuhan perlombaan. Poster pun demikian, gambarnya dikirim, prosesnya juga,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mempersiapkan para siswa didik dengan baik. Salah satunya dengan mendorong para guru untuk memberikan pelatihan kepada murid dalam literasi. Sehingga para siswa dibiasakan berkompetisi di lingkup sekolah. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan para siswa dalam mengikuti perlombaan di luar sekolah.

Senada dengan hal tersebut, salah satu siswi kelas IX SMPN 1 Piyungan, Esqian Salmanayu mengatakan bahwa setiap Oktober diperingati bulan bahasa atau literasi. Esqi pun selalu berpartisipasi mengikuti lomba story telling cerita rakyat di Yogyakarta menggunakan Bahasa Inggris. Ia mengaku senang diadakan gebyar literasi ini, sehingga menambah kreativitas siswa/siswi.

Baca juga:  Tetap Tenang Hadapi Wacana Penghapusan Jurusan

“Acara ini sudah dilaksanakan dari dulu setiap bulan Oktober, selalu diperingati bulan bahasa atau literasi. Bagus karena bisa mempersatukan kreativitas siswa. Saya selalu ikut story teling, Alhamdulillah dapat juara 1,” ucapnya. (ers/bid)