Memantik Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Siswa Sekolah Dasar

Oleh: Suwarti, S.Pd.
Guru SDN 02 Tambakrejo, Kec. Pemalang, Kab. Pemalang

PEMBELAJARAN yang menggunakan metode proyek atau kegiatan sebagai media biasa disebut pembelajaran berbasis proyek. Model pembelajaran ini berpusat pada peserta didik untuk melakukan suatu investigasi yang mendalam terhadap suatu topik. Adapun karakteristik yang membedakan dengan model yang lain adalah centrality, yakni proyek menjadi pusat dalam pembelajaran. Kemudian, driving question, yaitu difokuskan pada pertanyaan atau masalah yang mengarahkan siswa untuk mencari solusi dengan konsep atau prinsip ilmu pengetahuan yang sesuai.

Selamat Idulfitri 2024

Selain itu, constructive investigation, adalah membangun pengetahuan peserta didik dengan melakukan investigasi secara mandiri, sehingga guru hanya sebagai fasilitator. Berikutnya, Autonomy. Pembelajaran ini menuntut peserta didik sebagai problem solver dari masalah yang dibahas. Lalu, realisme, yaitu kegiatan peserta didik difokuskan pada pekerjaan yang serupa dengan situasi yang sebenarnya.

Aktifitas ini mengintegrasikan tugas otetik dan menghasilkan sikap profesional. Tujuan pembelajaran berbasis proyek ini adalah meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah proyek dan memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam pembelajaran. Kemudian membuat peserta didik lebih aktif dalam memecahkan masalah proyek yang kompleks dengan hasil produk nyata. Selain itu juga mengembangkan dan meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola bahan atau alat untuk menyelesaikan tugas atau proyek. Juga meningkatkan kolaborasi peserta didik khususnya pada pembelajaran yang bersifat kelompok.

Langkah-langkah pada pembelajaran berbasis proyek diawali dengan membuka pelajaran dengan suatu pertanyaan menantang. Pertanyaan tersebut dapat memberi penugasan pada peserta didik untuk melakukan suatu aktivitas. Topik yang diambil hendaknya sesuai dengan realita dunia nyata dan dimulai dengan sebuah investigasi mendalam. Perencanaanya dilakukan secara kolaboratif antara guru dengan peserta didik. Dengan demikian peserta didik diharapakan akan merasa memiliki atas proyek tersebut.

Perencanaan yang dilakukan berisi tentang aturan main, dan pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial dengan mengintegrasikan berbagai subjek. Di samping itu juga menginformasikan alat dan bahan yang dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan proyek. Guru dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek. Peserta didik diberi arahan untuk mengelola waktu yang ada. Setelah itu, biarkan peserta didik mencoba menggali sesuatu yang baru. Akan tetapi guru juga harus tetap mengingatkan apabila aktivitas peserta didik melenceng dari tujuan proyek.

Proyek yang dilakukan oleh peserta didik adalah proyek yang membutuhkan waktu pengerjaan yang lama. Sehingga guru meminta peserta didik untuk menyelesaikan proyeknya secara berkelompok di luar jam sekolah. Ketika pembelajaran dilakukan saat jam sekolah, peserta didik tinggal mempresentasikan hasil proyeknya di kelas.

Dalam hal ini guru bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas penyelesaian proyek. Monitoring dilakukan dengan cara memfasilitasi peserta didik pada setiap proses. Dengan kata lain, guru berperan sebagai mentor bagi aktivitas peserta didik. Guru mengajarkan kepada peserta didik bagaimana bekerja dalam sebuah kelompok.

Penilaian produk dilakukan saat masing-masing kelompok mempresentasikan produknya di depan kelompok lain secara bergantian. Guru juga berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing-masing peserta didik, dan memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai oleh peserta didik. Penilaian terhadap produk yang dihasilkan dari proyek ini dilakukan untuk membantu guru mengukur ketercapaian standar. Dengan ini, guru juga terbantu untuk menyusun strategi pembelajaran berikutnya.

Pada akhir proses pembelajaran, guru dan peserta didik melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan. Proses refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok. Pada tahap ini, peserta didik diminta untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamannya selama menyelesaikan proyek. (*)