Pembelajaran Drama yang Menyenangkan dengan FFS

Oleh: Wahyu Sukma Ratih, S.Pd.
Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Karangnongko Klaten

MENGHASILKAN suatu karya sastra  dapat menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan. Dengan bermain peran, peserta didik berkesempatan mengekspresikan akting, kemampuan, perasaan, dan kreativitas. Rahmanto (2002) mendefinisikan drama sebagai bentuk karya sastra yang mengungkapkan cerita melalui dialog-dialog para tokohnya, yang diperagakan di atas panggung (pentas). Ia menegaskan bahwa drama yang dipentaskan itu mengungkapkan nilai moral.

Selamat Idulfitri 2024

Jenis drama berdasarkan sarana penyampaiannya adalah drama panggung, drama radio, drama televisi, drama film, drama wayang dan drama boneka. Dalam proses pembelajaran, peserta didik harus mampu menunjukkan kemampuannya untuk bermain peran sesuai dengan karakter tokoh dalam drama. Namun demikian, dalam proses pembelajaran masih ditemukan berbagai kendala dan hasil yang tidak maksimal. Yakni rasa kurang percaya diri, kesulitan mengembangkan improvisasi dalam berakting, serta kurangnya semangat dan antusias.

Untuk mengatasi kendala tersebut, penulis bersama tim MGMP SMAN 2 Semarang  mengaplikasikan beberapa perubahan saat pembelajaran drama. Bermain peran yang  semula hanya pementasan di atas panggung kelas, diubah dengan membuat drama film yang dikompetisikan antar kelas melalui Festival Film Smanda (FFS).

Dalam Wikipedia, pengertian festival film adalah presentasi film yang terorganisasi dan diadakan di satu tempat pemutaran film. Sastrowadoyo (2004) mengemukakan, bahwa manfaat utama drama bagi siswa adalah untuk memupuk kerja sama yang baik dalam pergaulan siswa. Kemudian memberi kesempatan kepada siswa untuk melahirkan daya kreasi masing-masing, mengembangkan emosi sehat. Selain itu juga menghilangkan sifat malu, mengembangkan apresiasi dan sikap yang baik. Lalu menghargai pendapat dan pikiran orang lain, serta menanamkan kepercayaan kepada diri sendiri,

Adanya festival film merupakan cara efektif dan kreatif untuk mencapai tujuan yang diharapkan dalam pembelajaran drama film. Pembelajaran drama film dengan mengadakan festival film menerapkan model pembelajaran aktif, kreatif, inovatif, kekinian dan menyenangkan. Peserta didik merasa tertantang untuk menghasilkan karya sastra yang terbaik di kelasnya.

Festival film diselenggarakan dengan terorganisasi, dan diikuti oleh semua siswa kelas XI,. Pertunjukannya diputar di Aula. Kegiatan ini dibimbing semua guru bahasa Indonesia mulai dari penyusunan naskah, pemilihan pemain, pengambilan video, dan penyelenggaraan festival.  Terdapat kriteria penghargaan dalam festival film ini, yaitu film terbaik, penulis naskah terbaik, aktor terbaik, aktris terbaik, sutradara terbaik, penulis poster terbaik, dst.

Langkah-langkah dalam penyelenggaraan festival film ini adalah sebagai berikut. Pertama, masing-masing kelas membentuk panitia, perencanaan, menulis naskah, dan casting untuk penentuan pemain. Kedua, setelah konsep terencana mereka berlatih dan memproduksi film dengan tidak mengganggu jam pelajaran lain. Ketiga, pengumpulan film ke panitia FFS, yaitu dari seluruh kelas XI. Keempat, pelaksanaan festival film dengan dewan juri dari luar yang berkompeten dalam bidangnya.

Pelaksanaan festival film diselenggarakan pada saat yang tepat yaitu pada saat siswa sudah menyelesaikan UKK, sekaligus untuk mengisi kegiatan class meeting. Mereka menyambut kegiatan ini dengan meriah. Dibuktikan pada saat pemutaran mereka menonton, melakukan pengamatan, dan saling penilaian dan penghargaan satu sama lain.

Hasil drama film dikembangkan dan dapat diikutkan lomba di luar sekolah.  Hasilnya peserta didik lebih antusias dan menghasilkan karya sastra yang bernilai baik dari nilai estetika maupun pendidikan karakter. Setelah peserta didik berlatih bermain peran peserta didik tumbuh rasa percaya diri.

Dengan pembelajaran drama melalui FFS (Festival Film Smanda)  peserta didik dapat belajar dengan berbuat, belajar melalui peniruan, balikan,  pengkajian, penilaian, serta pengulangan.  Selain itu, peserta didik berkesempatan untuk mengembangkan cipta, karsa, dan rasa siswa. Kegiatan ini pun diagendakan sebagai kegiatan tahunan yang pelaksanaanya ditunggu-tunggu oleh peserta didik kelas XI. (*)